Profil Jenderal Polisi Sutanto, Eks Kapolri yang Pernah Jadi Pentolan Intelijen Indonesia

Rabu, 21 Juli 2021 – 17:32 WIB

Jenderal (purn) Sutanto (Foto: Istimewa)

Jenderal (purn) Sutanto (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sosok Jenderal (purn) Sutanto, tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Sutanto merupakan polisi pilihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ditunjuk sebagai Kapolri yang juga jadi pentolan Intelijen Indonesia.

Sutanto menjadi Kepala Badan Intelijen Negara sejak 22 Oktober 2009 hingga 19 Oktober 2011. Sedangkan jabatan sebagai Kapolri diembannya sejak 8 Juli 2005 hingga 30 September 2008.


Berikut sepak terjang Sutanto.

Pada tahun 2010, SBY pernah melirik Sutanto yang saat itu menjabat sebagai Kepala Lemdiklat Polri. Namun, karena pangkat Sutanto yang masih Inspektur Jenderal alias bintang dua menjadi pertimbangan ulang.


Tak habis akal, demi memuluskan keinginannya SBY menaikan bintang jenderal lagi ke Sutanto dan menjabat sebagai Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional (BNN). Sehingga saat itu, Sutanto sudah menjadi jenderal bintang 3 alias Komjen dan lolos salah satu syarat menjadi Kapolri.

Baru enam bulan bertugas di BNN, SBY mengusulkan kepada DPR untuk menjadikan Sutanto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Pol Da'i Bachtiar yang sudah 4 tahun lebih menjadi Kapolri. 

Pengajuan nama Sutanto menjadi Kapolri ini sudah beredar sejak SBY dipilih menjadi Presiden RI.

Polisi kelahiran Pemalang, 30 September 1950 itu belum pernah memiliki jabatan strategis dalam lingkungan Mabes Polri. Karena, ia lebih banyak menghabiskan waktu berdinas di daerah-daerah, seperti menjadi Kapolres maupun Kapolda. 

Setelah dilantik jenderal lulusan terbaik Akabri Kepolisian 1973 itu, membuat gebrakan baru dengan memberantas perjudian/togel. Dalam melakukan pemberantasan, Sutanto memang tak mengenal kata kompromi.


Saat menjabat Kapolda Sumatera Utara pada tahun 2000 dia menangkap gembong judi terbesar di Medan kala itu. Kemudian, ketika menjadi Kapolri ia perintahkan seluruh Kepala Kepolisian Daerah se-Indonesia tegas memberantas perjudian dalam waktu satu pekan. 

Ia pun memiliki fokus utama yang menjadi perhatian Sutanto. Seperti kasus korupsi, illegal logging, illegal mining dan penyelundupan. Kemudian, kejahatan yang berdampak luas terhadap masyarakat seperti judi dan narkoba.

Termasuk kejahatan yang meresahkan masyarakat seperti aksi premanisme, serta menindak aneka bentuk pelanggaran lalu lintas yang mengakibatkan kecelakaan, ketidaktertiban dan kemacetan. 
 

Bahkan, Brigjen Samuel Ismoko dan Kombes Irman Santoso ia tindak tegas, terkait dengan dugaan penerimaan suap. Hingga eks Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim), Komjen Suyitno Landung juga dibui karena diduga menerima suap saat mengusut kasus pembobolan PT Bank BNI.

Setalah berkecimpung di dunia kepolisian, Sutanto kemudian pensiun pada 30 September 2008. Presiden SBY lalu mengangkat Sutanto menjadi Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) sejak 22 Oktober 2009 hingga 19 Oktober 2011. 

Beberapa pihak menilai jika Sutanto dipilih karena kedekatannya dengan SBY. 

Ditilik masa lalunya, Sutanto adalah lulusan terbaik Akabri Kepolisian tahun 1973, sedangkan Susilo adalah lulusan terbaik Akabri Darat 1973.