Profil Mayjen Eddy Rate, Jenderal Cadas Kasus Polsek Ciracas yang Kini Istirahat di Mabes TNI AD

Kamis, 22 Juli 2021 – 23:05 WIB

Mayjen TNI Eddy Rate Muis

Mayjen TNI Eddy Rate Muis

JAKARTA, REQnews - Nama Mayjen TNI Eddy Rate Muis sempat menggemparkan publik pada Agustus 2020 lalu, setelah ia memimpin perburuan para pelaku penyerangan dan pengrusakan Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur.

Sudah menjadi tugas Eddy, sebagai Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom), untuk memburu para pelaku yang tak lain merupakan anggota TNI.

Kerja keras dan sikap tegasnya membuahkan hasil gemilang. Sebanyak 67 anggota TNI pada Juni 2021 lalu, yang merupakan pelaku pengrusakan Mapolsek Ciracas dihukum berat.

Diadili di Pengadilan Militer, ke-67 anggota TNI itu mendapat vonis yang berbeda-beda. Tentu, mereka yang berperan paling besar, yakni sebanyak 17 anggota dipenjara dan dipecat secara tidak hormat dari dinas kemiliterannya.

Namun, kini Eddy yang berprestasi itu sudah memasuki masa pensiun. Ia pun harus rela dimutasi, dan diparkir di Mabes TNI AD, atas perintah Panglima Marsekal Hadi Tjahjanto.

Posisinya digantikan oleh Laksda TNI Nazali, yang sebelumnya menjabat sebagai Danpuspomal.

 

Profil Singkat Eddy Rate Muis

Eddy adalah jenderal bintang dua kelahiran Juli 1963. Ia adalah alumnus Akademi Militer tahun 1986.

Sebelum menjabat sebagai Danpuspom TNI, ia menduduki posisi sebagai Direktur Hukum pada Deputi Bidang Informasi, Hukum dan Kerjasama Bakamla.

Menyandang gelar sarjana dan magister di bidang hukum, prestasi Eddy tak hanya menuntaskan kasus penyerangan Polsek Ciracas saja.

Ia pernah terlibat menangani kasus pembunuhan anggota TNI AD Babinsa Pekojan Jakarta Barat, Serda Etha Saputra. Etha dibunuh oleh oknum Marinir TNI AL Letnan Dua RW. 

Jejak karirnya, lebih banyak berkecimpung sebagai polisi militer. Ia juga pernah mengisi posisi Danpom Kostrad (2009-2011), Danpomdam VI/Mulawarman (2011-2013) hingga akhirnya menjadi Danpuspom TNI.