Lika-liku Perjalanan Anies Baswedan, dari Kontroversi Politik hingga Terseret Kasus Korupsi Munjul

Selasa, 27 Juli 2021 – 14:10 WIB

Lika-liku perjalanan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

Lika-liku perjalanan Anies Baswedan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Popularitas Anies Baswedan sebagai tokoh publik sudah tak diragukan lagi. Siapa tak kenal Anies?

Sejak masih berkecimpung di dunia akademis, namanya sudah melambung dan wara-wiri di media massa. Ia tercatat sebagai rektor termuda di Indonesia saat usianya masih 38 tahun.

Kariernya di dunia pendidikan begitu gemilang. Setelah lulus dari Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada, Anies melanjutkan kuliah S2 di University of Maryland. Ia lantas menamatkan S3 di Northern Illinois University.

Nama Anies kian melejit tatkala ia menggulirkan program Indonesia Mengajar yakni sebuah gerakan inspirasi kaum muda mengajar di pelosok-pelosok daerah terpencil di Indonesia. Sejak itu sosoknya menjadi panutan dan inspirasi banyak kaum muda di tanah air.

Tak puas dengan pencapaian di dunia akademis, Anies lantas menjajal peluang di dunia politik. Tahap pertama upayanya terjun ke dunia politik adalah dengan mengikuti Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat. Anies menerima undangan dari partai besutan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono itu bersama 11 orang lainnya pada Agustus 2013.

Anies pun memulai rangkaian konvensi dengan melakukan kampanye ke berbagai daerah. Dia juga membentuk sebuah komunitas relawan bernama "turun tangan" untuk memuluskan langkahnya dalam konvensi.

Namun, sayangnya, konvensi ini tak berlanjut sampai kontestasi pemilihan presiden 2014 gara-gara suara Partai Demokrat merosot drastis setelah dihantam kasus korupsi sejumlah kadernya.

Nama Anies kembali berkibar setelah dipercaya menjadi Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikbud) dalam Kabinet Kerja 2014-2019. Namun, jabatan menteri tak bertahan lama. Anies harus terpental dari kabinet karena terkena reshuffle pada Juli 2016.

Dua kali karir politiknya tak berujung mulus. Pertama dalam konvensi dan kedua saat menjadi Menteri Pendidikan.

Namun tampaknya Anies tak kapok. Tanpa disangka-sangka, ia memutuskan maju dalam Pilkada DKI Jakarta tahun 2017. Meskipun saat itu dia tak memiliki partai, elektabilitas Anies menjanjikan.

Namanya kemudian dilirik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Gerindra, dua partai yang sebelumnya berseberangan dengan Anies saat Pilpres 2014.

Hingga akhirnya, Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung secara dramatis dan menobatkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Selama menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies tak luput dari berbagai kontroversi. Yang begitu melekat di ingatan publik di antaranya, soal pengendalian banjir di ibukota. Anies mengubah istilah normalisasi menjadi naturalisasi.

Kemudian, Anies sempat menuai banyak cibiran terkait persoalan penghentian proyek reklamasi di Teluk Jakarta. Kini, namanya kembali menuai kontroversi setelah ikut terseret kasus dugaan korupsi lahan Munjul.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri bahkan telah mengeluarkan pernyataan bakal mengagendakan pemeriksaan terhadap Anies baswedan dalam waktu dekat terkait kasus dugaan korupsi lahan Munjul.