Profil Irjen Eko Indra Heri, Kapolda Sumsel yang Kena Prank Donasi Akidi Tio

Selasa, 03 Agustus 2021 – 09:20 WIB

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri (Foto: Istimewa)

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Eko Indra Heri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Belakangan ini kasus prank donasi Rp 2 Triliun untuk penanganan Covid-19 dari keluarga almarhum Akidi Tio ramai menjadi perbincangan publik. Kapolda Sumatra Selatan (Sumsel) Irjen Eko Indra Heri pun menjadi korban, sebagai orang yang diamanahkan keluarga Akidi Tio.

Terkait dengan kasus tersebut, Polda Sumsel menetapkan anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti, menjadi tersangka. Karena peristiwa ini, nama Kapolda Eko pun jadi sorotan publik.

Irjen Eko Indra Heri merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (Kapolda Sumsel).

Polisi kelahiran Palembang, 23 November 1964 ini memiliki pengalaman dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.

Lulusan Akpol 1988 ini sempat menempati jabatan penting dalam kepolisian seperti Kasat/Pidum Dit Reskrim Polda Sumsel pada 2003, Kapolres Lahat 2005 dan Kapolres Demak 2007.

Karirnya pun semakin meningkat setelah dirinya bertugas di Mabes Polri dan menjabat sebagai Kasubbag Sisdalpers Bag Jiansis Rojianstra SDE SDM Polri. 

Setelah itu, kemudian ia menjadi Gadik Utama Dit Akademik PTIK di tahun 2020 dan Karo SDM Polda Lampung pada 2011. Karena pengalamannya itu, Eko dipercaya menempati kursi Kapolda Sumsel.

Selain di kepolisian, karir Eko pun juga mantab di bidang akademik. Baru-baru ini, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK). Ia mendapatkan gelar profesor dan menjadi guru besar dalam Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).

Namun, banyaknya pengalaman yang ia peroleh tak menampik dirinya menjadi korban prank donasi Rp 2 Triliun keluarga Akidi Tio. Padahal menurutnya hanya berikhtiar untuk melakukan kebaikan. "Saya kan niat baik. Ada orang mau menyumbang untuk Sumsel melalui saya, maka saya salurkan," ujar Eko pada Senin 2 Agustus 2021.

Ia pun merasa kecewa akibat prank yang diduga dilakukan Heriyanti, mengingat kondisi sulit akibat Covid-19. Ia pun mengira memang ada orang baik yang akan menyalurkan bantuan. "Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya hanya berpikir positif saja," katanya.