3 Pejabat yang Kena Prank Anak Akidi Tio, Ada yang Berpangkat Jenderal TNI-Polri

Selasa, 03 Agustus 2021 – 14:32 WIB

Keluarga almarhum Akidi Tio memberikan sumbangan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 (Foto: Istimewa)

Keluarga almarhum Akidi Tio memberikan sumbangan Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 (Foto: Istimewa)

SUMATERA SELATAN, REQnews - Belakangan ini donasi Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 dari keluarga almarhum Akidi Tio ramai menjadi perbincangan publik. Itu setelah Kepolisian Daerah Sumatera Selatan tak kunjung menerima sumbangan tersebut.

Bahkan pihak kepolisian memanggil anak bungsu almarhum Akidi Tio, yaitu Heriyanti untuk memberikan klarifikasi sebagai pihak yang akan memberi sumbangan dana hibah. 

Diketahui, Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Heriyanti kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri, di Mapolda, Senin 27 Juli 2021 lalu. Secara simbolis penyerahan tersebut juga disaksikan oleh pejabat hingga TNI-Polri. 

Kali ini, REQnews.com telah merangkum dari berbagai sumber tiga pejabat yang kena prank donasi Akidi Tio Rp 2 triliun, berikut profil singkatnya!

1. Gubernur Sumsel, Herman Deru

Herman adalah Gubernur Sumatera Selatan yang menjabat sejak 1 Oktober 2018. Ia merupakan pria kelahiran Belitang, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan, 17 November 1967.

Ayah dari Percha Leanpuri Anggota Dewan Parlemen RI 3 Periode dan Ketua Umum PBI 2019-2024 itu, juga pernah menjabat sebagai Bupati Ogan Komering Ulu Timur 2 periode yakni 2005-2010 dan 2010-2015. 

2. Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji

Brigadir Jenderal TNI Jauhari Agus Suraji, merupakan seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 9 April 2020 mengemban amanat sebagai Komandan Korem 044/Garuda Dempo.

Jenderal TNI kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, 11 September 1965 itu merupakan lulusan Akmil tahun 1989 dari kecabangan Artileri Medan. Jabatan terakhir jenderal bintang satu ini adalah Paban III/Log Ditmin Sesko TNI.

3. Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri

Irjen Eko Indra Heri merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 1 Mei 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan (Kapolda Sumsel). Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1988.

Polisi kelahiran Palembang, 23 November 1964 ini memiliki pengalaman dalam bidang Sumber Daya Manusia (SDM). Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia.