Profil Budi Waseso, Eks Kapolri yang Laporkan Mantan Menpora Adhyaksa Dault Soal Pom Bensin Kwarnas

Rabu, 15 September 2021 – 17:34 WIB

Budi Waseso (Foto: Istimewa)

Budi Waseso (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Baru-baru ini Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Komjen (Purn) Budi Waseso melaporkan Adhyaksa Dault ke Bareskrim Polri atas dugaan penipuan, penggelapan dan pemalsuan surat dalam pengelolaan aset lembaga.

Eks Kapolri itu mengatakan salah satu objek perkara yang bermasalah ialah berkaitan dengan pom bensin di wilayah Cibubur, Jakarta Timur.


"Yang kami laporkan utama ini adalah aset masalah pengelolaan pom bensin di Cibubur," ucap Budi, Selasa 14 September 2021.

Menurut dia, pengelolaan aset yang dilakukan oleh Adhyaksa tak transparan. Selain itu, pemanfaatannya selama ini dinilai tak sesuai ketentuan.

Seperti diketahui, Adhyaksa Dault merupakan mantan Ketua Kwarnas Pramuka periode 2013-2018.

Dalam laporannya ke Bareskrim, Buwas mengatakan pihaknya telah melampirkan bukti atau dokumen perjanjian-perjanjian yang dinilainya tak sesuai hukum. Misalnya, berkaitan dengan pengelolaan aset yang hanya dapat dilakukan selama satu periode jabatan Ketua Kwarnas alias lima tahun.


Ia merujuk pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) lembaga tersebut. Namun, menurut Buwas, dalam praktiknya pengelolaan aset tersebut dibuat selama 20 tahun.

"Artinya, yang batas 5 tahun nanti diperpanjang di kemudian hari setelah adanya pergantian Kwarnas itu bisa diperpanjang dengan periode baru. Tapi ini langsung 20 tahun, berarti 20 tahun secara aturan pajak juga kan tidak bisa. Perpajakan kan tiap tahun ada perubahan-perubahan," kata dia.

 

Seperti apa sosok Budi Waseso?

Siapa yang tidak mengenal sosok Komjen Pol (Purn) Budi Waseso alias Buwas? Pria kelahiran Pati ini pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri hingga besanan dengan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan. 

Budi tercatat sebagai lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1984. Karirnya di kepolisian terbilang moncer. Pria kelahiran 19 Februari 1960 ini pernah menjabat Kepala Kepolisian Resor Barito Utara, Kalimantan Tengah, Kepala Kepolisian Resor Kota Palangkaraya 2004, dan Kaden Opsnal II Puspaminal Divisi Profesi dan Pengamanan Polri pada 2007 dengan pangkat Komisaris Besar.

Setahun setelahnya, Buwas pindah posisi menjadi Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Dia ditarik ke Markas Besar Polri pada 2009. Di Mabes, Buwas menjabat Kepala Bidang Litpers Pusprovos Divisi Profesi dan Pengamanan Polri, sebelum menjabat Kepala Pusat Pembinaan Internal Polri dengan pangkat brigadir jenderal pada 2010 hingga 2012.

 

Juli 2012, Buwas diangkat menjadi Kepala Polda Gorontalo menggantikan Brigadir Jenderal Irawan Dahlan. Setahun dua bulan menjabat Kapolda Gorontalo, Budi Waseso dimutasi ke Mabes Polri. September 2013, ia naik pangkat menjadi inspektur jenderal dan menjabat widyaiswara utama.

Buwas resmi menjabat Kabareskrim menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius pada 20 Januari 2015. Saat itu, acara serah-terima jabatan berlangsung tertutup bagi media. Berselang 7 bulan setelah dilantik menjadi Kabareskrim, Budi dipindahkan menjadi Kepala BNN pada pertengahan 2015 hingga masa pensiunnya.

Tak berhenti sampai disitu, purnawirawan perwira tinggi Polri itu pada 27 April 2018 ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno sebagai Direktur Utama Perum Bulog menggantikan Djarot Kusumayakti.

Selain menjabat Direktur Utama Bulog, Buwas juga menjadi Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Terlepas dari kariernya di bidang kepolisian yang melesat, Budi dikenal sebagai sosok yang sangat tegas terhadap kasus korupsi, salah satunya adalah terkait kasus korupsi yang dilakukan oleh Gubernur Gorontalo.

Budi sempat melontarkan pernyataan kontroversial dengan menyebut adanya pengkhianat di lingkup internal Polri saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan calon Kepala Polri pada saat itu, Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka korupsi. Selepas gonjang-ganjing itu, Budi Waseso pun pernah menjadi salah satu calon Kapolri untuk menggantikan Budi Gunawan yang batal dilantik Presiden Joko Widodo.

Sempat menjadi sorotan ketika Polri 'konflik', siapa sangka Buwas dan Budi Gunawan pada akhirnya menjadi besan. Anaknya Nindya Nur Prasasti menikah dengan putra mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Budi Gunawan, Mochamad Herviano Widyatama.

Setelah pensiun, Buwas banyak menghabiskan waktu kumpul bersama keluarganya. 

Selama mengabdi kepada negara, dirinya mengaku hampir 90 persen dirinya tidak pernah ikut acara keluarganya. Dengan berakhirnya tugas, tentu menurutnya yang paling senang adalah keluarganya.

Kata Buwas, pensiun adalah pemberian Tuhan agar ia bisa berkumpul kembali bersama keluarganya.