Sosok Irjen Rudy Sufahriadi, Komandan 'Algojo' Penembak Teroris Ali Kalora

Senin, 20 September 2021 – 10:55 WIB

Irjen Rudy Sufahriadi, Kapolda Sulawesi Tengah dan Pemimpin Satgas Madago Raya (Foto: Istimewa)

Irjen Rudy Sufahriadi, Kapolda Sulawesi Tengah dan Pemimpin Satgas Madago Raya (Foto: Istimewa)

SULAWESI TENGAH, REQnews - Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora tewas dalam baku tembak dengan Satgas Madago Raya di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Sabtu 18 September 2021.

Tak hanya itu, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama juga tewas dalam baku tembak. Tewasnya pimpinan kelompok teroris tersebut tentu tak lepas dari peran Irjen Rudy Sufahriadi sebagai pemimpin Satgas Madago Raya.

Irjen Rudy Sufahriadi merupakan seorang perwira tinggi Polri yang sejak 25 Agustus 2021 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah.

Polisi kelahiran Cimahi, Jawa Barat pada 23 Agustus 1965 itu memiliki pengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Lulusan Akpol 1988 itu, pada 10 November 2005, Rudi yang baru dua bulan menjabat sebagai Kapolres Poso hampir menjadi korban penembakan teroris.

Kemudian pada pada 24 Januari 2006, setelah dirinya selesai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Raya Poso, Rudy ditembak dari jarak dekat.

Ia ditembak oleh salah satu dari dua orang tak dikenal yang mengendarai sepeda motor RX King. Dalam kondisi sigap dan berhasil menghindari tembakan tersebut.

Setelah bertahun-tahun lamanya, identitas kedua penembak tersebut baru terungkap. Mereka adalah Enal Tao, sementara yang membawa motor adalah Yono Sayur.

Enal tewas di Aceh pada 2010, sementara Yono tewas ditembak pasukan Operasi Tinombala pada 10 November 2016.

Sebelum menjabat sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Rudy sempat berpindah-pindah jabatan seperti Kepala Unit Reserse Brimob Direktorat Serse Polda Metro Jaya pada 1997, Komandan Batalyon A Satuan Brimob Polda Papua tahun 2000, dan Wakil Kepala Satuan Brimob Polda Maluku tahun 2001.

Kemudian pada 2004 ia menjadi Wakil Kepala Satuan I Gegana Korps Brimob Polri, Kepala Kepolisian Resor Poso pada 2005, menjadi Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya tahun 2007.

Selanjutnya pada 2007 ia menjabat sebagai Kepala Densus 88 Anti-Teror Polda Metro Jaya, Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara pada 2009, hingga Perwira Menengah Densus 88 Anti-Teror Polri tahun 2010.

Karirnya pun semakin meningkat, hingga ia dipercaya sebagai Direktur Pembinaan Kemampuan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme pada 2010. Selanjutnya sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah tahun 2016, lalu dua tahun kemudian ia menjadi Kepala Korps Brimob Polri pada 2018.

Pada 2019 ia dipercaya sebagai Asisten Operasi Kapolri, kemudian menjadi Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat tahun 2019, Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri pada 2020, hingga Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah tahun 2021.

Selama karir kepolisiannya, Rudy pernah menangani sebagian kasus besar yang berada di wilayah Sulawesi Tengah.

Seperti pada 2005-2007 mengikuti Operasi Anti-Teror Bareskrim Poso, kemudian pada 2016-2018 dalam Operasi Tinombala, dan pada 2021 tergabung dalam Operasi Madago Raya.