Marsekal Hadi Tjahjanto, Anak Penjual Rujak yang Jadi Panglima TNI

Selasa, 05 Oktober 2021 – 08:30 WIB

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Puspen TNI)

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (Foto: Puspen TNI)

JAKARTA, REQnews - Siapa sangka anak penjual rujak cingur bisa menjadi Panglima TNI. Ya, nyatanya bisa. Dia adalah Marsekal Hadi Tjahjanto.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 ini mengawali kariernya sebagai pilot pesawat TNI AU dan banyak bertugas di pangkalan udara militer. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia. Puncaknya, ia dipilih Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI.

Hadi pada suatu moment ketika mendengar namanya dicalonkan menjadi kandidat KSAU bercerita, bahwa dirinya terlahir dari ayah seorang kopral sementara ibunya seorang penjual rujak cingur.

"Bapak saya seorang kopral, ibu saya jualan rujak cingur. Kalau saya sudah seperti ini, ini sebuah kebanggaan," kata Hadi, Jumat 13 Januari 2017. 

Nampaknya jiwa pengabdian Hadi mengalir dari sang ayah.

Ayahnya pasti bangga mempunyai anak seperti Hadi. Pasalnya anaknya itu mempunyai kecerdasan diatas rata-rata.

Sejak di bangku sekolah, Hadi Tjahjanto populer di antara teman-temannya. Ia dikenal sebagai siswa yang cerdas.

Saking cerdasnya, Hadi kerap dijuluki ' otak setan ' oleh teman-teman sekolahnya.

Dia menyelesaikan pendidikan militernya di Akademi Angkatan Udara pada tahun 1986. Lulus pendidikan, ia langsung meneruskan ke Sekolah Penerbang TNI-AU.

Setahun kemudian, ia mengawali kariernya sebagai pilot di Skuadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Ia bertugas membawa pesawat angkut ringan Cassa.

Di Skuadron 4 ini, karier Hadi dari pilot, Kepala Seksi Latihan, hingga menjadi Komandan Flight Ops A Flightlat Skuadron Udara. Setelah itu ditarik sebagai perwira menengah di Dinas Administrasi dan Personel Angkatan Udara (Disminpersau).

Tak lama, Hadi diberi tugas sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo periode 2010. Setahun berselang, Hadi diangkat menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas. Dengan jabatan barunya, Hadi resmi memperoleh pangkat marsekal pertama dengan bintang satu di pundaknya.

Namanya mulai dikenal publik saat ia ditarik ke Mabes dan diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU sebagai juru bicara. Pada tahun 2015, ia kembali diminta memimpin teritorial Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, sebagai komandan.

Karier Hadi terbilang moncer. Ia diminta menjadi sekretaris militer presiden. Tentunya, bintangnya pun naik menjadi bintang dua dengan pangkat marsekal muda. Di posisi ini, Hadi kembali bertemu dengan Joko Widodo, yang sebelumnya sempat bersama saat tugas di Solo dengan jabatan yang berbeda; Hadi sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo dan Jokowi sebagai wali kota.

Setahun menjalani sekretaris militer presiden, Hadi dipindahkan ke Kemhan RI sebagai Irjen. Bintangnya pun bertambah tiga dengan pangkat marsekal madya. Tak lama kemudian, pada awal tahun 2017, namanya kembali dipromosikan sebagai orang nomor satu di TNI AU.

Presiden Jokowi memilih Hadi sebagai KSAU menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang pensiun 28 Januari 2017. Hadi pun dilantik di Istana Presiden, Jakarta, 18 Januari 2017, dengan kenaikan bintang empat dengan pangkat marsekal TNI AU. Pada usia 54 tahun, tepatnya pada 8 Desember 2017 ia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Gatot Nurmantyo.

Tak terasa, suami Nanik Istumawati akan segera memasuki masa pensiun pada November 2021 mendatang. Pada peringatan hari ulang tahun (HUT) TNI yang jatuh pada hari ini, Selasa (5/10/2021), Hadi memberikan pesan sekaligus ucapan selamat kepada para prajurit TNI di seluruh wilayah Indonesia. 

Hadi menyampaikan bahwa Profesionalisme dan pengabdian TNI adalah bukti kesetiaan prajurit TNI untuk bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia. Bahkan kesetiaan tersebut, kata dia, terpupuk oleh para prajurit dalam melaksanakan tugas saat menghadapi berbagai ancaman yang semakin kompleks.


"Tugas mengawal dan menjaga perbatasan, pulau-Pulau terdepan, hutan dan gunung, samudera dan angkasa raya yang luas, Sampai dengan ruang isolasi dan perawatan saudara-saudara kita yang terpapar Covid-19," kata Hadi dikutip dari Twitter pribadinya @TjanjantoHadi.

Mantan Kepala staf Angkatan Udara (KSAU) pun memberikan pesan khusus dan ucapan selamat kepada para prajurit TNI yang senantiasa menjaga kedaulatan NKRI.

 
"Terima kasih atas dedikasi, loyalitas pengorbanan dan pengabdian tulus yang telah diberikan. Tingkatkan terus profesionalisme dan kemanunggalan dengan rakyat. Bersatu, berjuang, kita pasti menang. Untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh. Dirgahayu Tentara Nasional Indonesia," kata dia.