Dijuluki Polisi Santri, Ini Sosok Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro

Kamis, 14 Oktober 2021 – 09:57 WIB

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro (Foto: Viva)

Kapolres Kota Tangerang, Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro (Foto: Viva)

TANGERANG, REQnews - Nama Kombes Wahyu Sri Bintoro baru-baru ini menjadi perbicangan hangat, setelah anak buahnya melakukan smackdown terhadap seorang mahasiswa peserta unjuk rasa di Tangerang pada Rabu 13 Oktober 2021.

Polisi kelahiran Magelang, Jawa Tengah 01 April 1977 ini kurang lebih baru delapan bulan menjabat sebagai Kapolresta Tangerang. Ia dianggap sebagai perwajahan polisi masa kini, karena sosoknya yang religius dan humanis dalam melayani masyarakat, serta tegas menegakkan hukum mendapat apresiasi berbagai pihak.

Perwira menengah polri itu mendapat julukan sebagai Polisi santri, yang didapat saat dirinya menjabat sebagai Kapolres Gresik. Ketika itu, Wahyu menggagas program polisi santri, dan membuat Wahyu lebih cepat berbaur dengan masyarakat Gresik yang berpredikat sebagai kota santri.

Selain itu, dirinya pun menunjukkan sikap yang tauladan sebagai sosok polisi berjiwa santri. Ketika Wahyu pertama kali menjadi Kapolres Gresik Wahyu langsung berjiarah ke makam Aulia seperti Sunan Gresik, Syeckh Maulana Malik Ibrahim, Sunan Ampel, Kiai Temenggung Puspo Negoro.

Bahkan, takzim terhadap ulama juga ditunjukkan oleh lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1998 itu. Wahyu juga dikenal sebagai polisi santri yang mengerti betul makana toleransi dan menjalin komunikasi baik dengan pemuka agama lainnya.

Karena dedikasinya itu, Wahyu pun dipredikat sebagai polisi tauladan Jawa Timur, dan pernah mewakili Polda Jatim untuk lomba polisi tauladan yang berlangsung di Mabes Polri. Itu karena Wahyu dipandang layak, karena sudah menjadi penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik.

Sebelum menjabat sebagai Kapolresta Tangerang, Wahyu menjabat sebagai Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Barat. Ia mengajak para tokoh agama, masyarakat, dan pemuda dalam mencegah penyebaran narkoba.

Wahyu juga mempunyai jiwa sosial yang tinggi, perhatian kepada anggota, masyarakat yang membutuhkan dan kurang mampu, begitu tanggap apabila ada informasi baik dari anggota, masyarakat maupun media untuk bertindak cepat merespon informasi tersebut dan langsung terjun memberikan bantuan kepada masyarakat.

Selama karir kepolisiannya, sebanyak tiga kali Wahyu mendapat penghargaan Pin Emas dari Kapolri. Terakhir, pada tahun 2020 pin emas diberikan atas keberhasilan Wahyu menjadi polisi tauladan Jawa Timur dan inisiator polres wilayah bebas korupsi WBK. Selain itu, Wahyu juga mendapat sederet penghargaan baik dari Kapolri, Kabaharkam, menteri dan Kapolda.