Profil Irjen Rudy Heriyanto, Kapolda Banten yang Dibikin Malu Brigadir NP

Jumat, 15 Oktober 2021 – 15:42 WIB

Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho (Foto: Istimewa)

Kapolda Banten, Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho (Foto: Istimewa)

BANTEN, REQnews - Usai viralnya aksi oknum anggota polisi smackdown mahasiswa peserta unjuk rasa berinisial MFA, Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto Adi Nugroho menemui dan meminta maaf secara langsung korban di Markas Polresta Tangerang. 

Dalam pertemuan tersebut, Rudy meminta maaf dan berjanji akan menindak tegas anak buahnya yang melakukan aksi kekerasan dalam pengamanan demonstrasi. 

“Atas nama Polda Banten, saya meminta maaf kepada dik Faris dan ayahanda. Dik Faris mengalami tindakan kekerasan oleh oknum Polresta Tangerang,” kata Rudy pada Rabu 13 Oktober 2021.

“Kami pastikan ada sanksi tegas terhadap oknum tersebut yang saat ini sedang dalam pemeriksaan Propam Polri dan Bidpropam Polda Banten,” lanjutnya.

Kapolda juga menegaskan kepolisian akan menanggung biaya pemulihan mahasiswa tersebut, memastikan kesehatan dan kondisi fisiknya dalam keadaan baik. 

Diketahui, Irjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho adalah seorang perwira tinggi Polri yang sejak 10 Desember 2020 mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Banten.

Polisi kelahiran 17 Maret 1968 itu merupakan alumni Sekolah Perwira Polri tahun 1993 yang berpengalaman dalam bidang reserse. Jabatan terakhir jenderal bintang dua ini adalah Kepala Divisi Hukum Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebelum menjadi Kapolda Banten, Rudy pernah menjadi Dirkrimum Polda Metro Jaya. Saat bertugas di Polda Metro Jaya, nama Rudy mencuat ke publik ketika ditugaskan menangani kasus penyerangan dan penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Dalam kelanjutan kasus tersebut, ketika menjabat sebagai Kadiv Hukum Polri, Rudy sempat dilaporkan ke Ombudsman RI, karena diduga telah memberikan bantuan hukum terhadap pelaku penyerangan Novel, yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis.

Sepanjang karirnya, Rudy juga pernah menempati beberapa posisi mentereng, di antaranya Kapolres Metro Jakarta Barat, Dirtipidter Bareskrim Polri, Dirtipideksus Bareskrim Polri dan Widyaiswara Utama Sespim Polri.