Eks Wakapolri Oegroseno, Jenderal yang Dicopot dari Jabatannya Gegara Tolak Eksekusi Mati Tibo Cs

Jumat, 15 Oktober 2021 – 16:47 WIB

 Komjen Pol. (Purn) Oegreseno (Foto: Istimewa)

Komjen Pol. (Purn) Oegreseno (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Jenderal satu ini dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang punya sifat rendah hati, cerdas, tegas, sederhana, dan mempunyai ideaslime. Siapa dia? Ya, eks Wakapolri Oegroseno. Pria kelahiran Pati, Jawa Tengah ini pernah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2006.

Pencopotannya berkaitan dengan penolakan melakukan eksekusi terhadap Tibo Cs terpidana mati kerusuhan poso.

Menurutnya lebih baik dicopot dari jabatannya daripada menghukum orang yang belum tentu bersalah. Kata Oegro kasus kerusuhan Poso masih menyimpan misteri yang harus diungkap ke publik. 

Di angkatannya, Oegroseno cukup menonjol karena berbagai prestasinya dan sangat diperhitungkan. Ia berani bicara apa adanya meskipun bertentangan dengan atasannya.

Oegro menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Pati, Jawa Tengah. Lalu ia melanjutkan pendidikan Akademi Kepolisian angkatan 1978 dan lulus saat usianya masih terbilang muda 22 tahun.

Alumnus Akpol 1978 ini pernah mengenyam berbagai jabatan penting di tubuh Polri. 

Ia pernah menjabat sebagai Ka Jaga Sat Sabhara Kodak VII Metro Jaya, lalu Perwira Ren Sesdit Polda Metro Jaya, Perwira Serse Narkotik Ditserse Polda Metro Jaya, dan pada tahun 1996 ia menjabat sebagai Kasat Serse Polwiltabes Surabaya Polda Jawa Timur. 

Karier kepolisian Oegroseno semakin menanjak, ia dikenal dengan kemampuannya yang brilian dan tekun, pada tahun 2009-2010 ia ditunjuk langsung oleh Kapolri menjadi Kepala Divisi Propam Mabes Polri. Lalu menjadi Kapolda Sumatra Utara.

Saat menjabat Kapolda Sumatera Utara (Sumut), Oegroseno terjun langsung memimpin anak buahnya untuk mencari teroris kelompok Fadli yang merampok bank CIMB Niaga Medan & menyerang Polsek Hamparan Perak.

Sejak itu Oegroseno semakin dikenal luas, karena ia mampu mengungkap berbagai kasus besar di wilayah otoritasnya sebagai pioner keamanan masyarakat.

Setelah berhasil menyelesaikan beberapa kasus besar, ia dipromosikan untuk naik jabatan sebagai Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri (Kalemdiklat Polri) sejak 1 Maret 2011 sampai 26 Desember 2012.

Setelah itu, Oegroseno menjabat sebagai Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan Mabes Polri, dan puncaknya dia ditunjuk sebagai Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) menggantikan Komjen Pol. Nanan Soekarna.

Ketegasan Oegro, diakui terinspirasi dari sang ayah, yang juga sempat menjadi Wakil Gubernur Akademi Kepolisian RI.

Bapaknya adalah Bupati Pati tahun 1970-an dan saudara-saudaranya ada yang bekerja di TNI Angkatan Darat, Lurah di Blora, dan ibu rumah tangga. Saudara-saudara Oegro di antaranya adalah Brigjen TNI Adi Wijaya (Irben Itjenad), Baskoro (lurah di Blora), Indah Lestari (istri Kapolda Bali Irjen Pol Albertus Julius Benny Mokalu), Diana, dan Asta.

Meski sudah pensiun, kiprah Oegro tak berhenti. Dia sangat peduli dan kritis terhadap kinerja polisi. Tidak salah bila kemudian Presiden Joko Widodo, pada 2015, memasukkan nama Oegro menjadi anggota tim independen untuk mengatasi polemik antara Mabes Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga pernah ditunjuk sebagai Komisaris Independen PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).