Profil Wali Kota Depok Mohammad Idris yang Diduga Mendiskriminasi Ahmadiyah

Sabtu, 23 Oktober 2021 – 06:01 WIB

Wali Kota Depok Mohammad Idris

Wali Kota Depok Mohammad Idris

JAKARTA, REQnews - Diskriminasi terhadap jemaah Islam Ahmadiyah masih berlanjut. Setelah kasus di Kalimantan Barat, kini perlakuan intoleran dan tak sesuai konstutusi terhadap kelompok minoritas itu terjadi di Kota Depok, Jawa Barat.

Diduga atas perintah Wali Kota Depok Mohammad Idris, Satpol PP melakukan penyegelan masjid Ahmadiyah di Jalan Mochtar, Sawangan, pada Jumat 22 Oktober 2021.

Protes publik pun mengalir. Wali Kota Idris didesak untuk segera mengeveluasi Perwali Nomor 9 Tahun 2011 tentang Larangan Kegiatan Jemaah Ahmadiyah di Kota Depok, yang diterbitkan di era kepemimpinan wali kota sebelumnya, yakni Badrul Kamal.

 

Publik menilai, tindakan anggota Idris tersebut sudah mencederai nilai-nilai toleransi dan inkonstitusional karena kebebasan beragama dilindungi dalam UU.

Profil Wali Kota Depok Mohammad Idris

Wali Kota Depok Mohammad Idris Abdul Somad lahir di Jakarta, 25 Juli 1961. Selain politisi, masyarakat juga mengenalnya sebagai salah satu pemuka agama Islam.

Idris lahir dari keluarga yang relijius. Ia adalah cucu ulama terkenal di Beji, yakni KH Hasbi dan Nyai Siqot.

Lulusan Ponpes Modern Gontor ini adalah alumnus Universitas Islam Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi.

Idris pernah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Kota Depok OKD sejak Januari 2009 sebelum akhirnya dilantik sebagai Wakil Wali Kota Depok.

Pada Pilkada 2020 Idris maju sebagai cawalkot berpasangan dengan Imam Budi Hartono. Ia menang melawan pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia, namun kalah telak dengan jumlah suaa golput.

Beberapa waktu lalu, Idris juga mengumumkan rencana razia terhadap komunitas LGBT di Depok, menyusul kasus warga Indonesia di Inggris, Reynhard Sinaga yang tersandung kasus pemerkosaan berantai gay.

November 2020 lalu, Idris sempat dinyatakan positif Covid-19, dan sembuh pada awal Desember.