Profil Irjen Bambang Kristiyono, Akpol 1988 yang Berpengalaman dalam Bidang Reserse

Selasa, 23 November 2021 – 12:32 WIB

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Irjen Bambang Kristiyono (Foto: TribunKaltara)

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara, Irjen Bambang Kristiyono (Foto: TribunKaltara)

JAKARTA, REQnews - Irjen Bambang Kristiyono merupakan seorang perwira tinggi Polri yang mengemban amanat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Utara (Kapolda Kaltara) sejak 3 Agustus 2020 lalu.

 

Dikenal sebagai sosok yang tegas, polisi kelahiran Bojonegoro, Jawa Timur 15 Januari 1964 itu berpengalaman dalam bidang reserse.

Jenderal lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1988 itu memiliki jabatan terakhir sebagai Analisis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri.

Bambang mengawali karir kepolisiannya sebagai Kasat Serse Polres Ainaro pada 1988, Kasat Serse Polwil Timtim, Kasat Serse Polres Dili, kemudian pada 1995 dipercaya sebagai Kapuskodalops Polresta Parepare.

Tak berlangsung lama, setahun kemudian Bambang diangkat menjadi Paur Satserseum Ditserse Polda Sulsel tahun 1996, lalu dua tahun kemudian menjadi Kasubbag Ren Setditserse Polda Sulsel pada 1998. 

Karirnya pun semakin meroket hingga ia dipercaya sebagai Wakapolres Takalar pada 1999, Penyidik Madya Unit IV Dit Kam dan Trans tahun 2003, Kapolres Karawang pada 2007. Lalu sebagai Wadir Reskrimsus Polda Metro Jaya tahun 2008, setahun kemudian pada 2009 menjadi Kanit IV Unit Jatanras - Bareskrim Polri.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Kapolrestabes Semarang pada 2010, Dirreskrimum Polda Jatim tahun 2013, pada tahun yang sama Bambang kemudian diangkat sebagai Kabidjas Ditakademik Akpol Lemdikpol.

Setahun berlalu, pada 2014 Bambang kemudian menjadi Dir Informasi Strategis dan Bantuan Hukum Depbid Sengketa dan Perkara BPN RI, Pati SSDM Polri (penugasan PD BPN RI), Analis Kebijakan Utama bidang Sabhara Baharkam Polri pada 2019, hingga menjadi Kapolda Kalimantan Utara tahun 2020.

Beberapa waktu lalu, Institusi Polri dihebohkan dengan kasus penganiayaan Kapolres Nunukan AKBP SA terhadap anak buahnya Brigadir SL. Kejadian itu pun menjadi perhatian publik setelah beberapa waktu sebelumnya juga terdapat penganiayaan yang dilakukan oknum polisi.

Kapolda Kaltara Irjen Bambang Kristiyanto pun membatalkan Telegram Rahasia (TR) atau mutasi jabatan yang sempat dikeluarkan oleh AKBP SA terhadap empat orang anggota polisi, salah satunya adalah Brigadir SL.

Pembatalan tersebut menyusul viralnya video dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh AKBP SA kepada Brigadir SL. Irjen Bambang kemudian menonaktifkan AKBP SA dari jabatannya sebagai Kapolres Nunukan.