Mengenal Satuan Elite Denjaka, Beraksi Berantas Teror hingga Sabotase

Kamis, 25 November 2021 – 13:31 WIB

Detasemen Jalamangkara TNI AL (Foto: Artileri)

Detasemen Jalamangkara TNI AL (Foto: Artileri)

JAKARTA, REQnews - Detasemen Jalamangkara (Denjaka) adalah sebuah detasemen penanggulangan teror aspek laut TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan dari Komandan Pasukan Katak (Kopaska) dan Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Korps Marinir TNI AL.

Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak, Jakarta Selatan dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut) selama enam bulan.

Denjaka dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Satuan elit ini dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984.

Selain sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir yang berkedudukan langsung di bawah Dankormar, Korps Baret Ungu itu juga sebagai pelaksana utama Panglima TNI.

Sebagai Komando Pelaksana Korps Marinir, satuan elit yang jumlahnya dirahasiakan itu mempunyai tugas pokok dalam membina kekuatan dan kemampuan satuan Detasemen Jalamangkara.

Sedangkan sebagai pelaksana utama Panglima TNI, dalam hal ini Kabais TNI selaku penyelenggaraan pembinaan kemampuan khusus, meliputi operasi anti-teror, anti-sabotase dan operasi klandestin yang beraspek laut maupun operasi-operasi khusus lainnya.

Terdiri dari satu markas zedenk detasemen, satu tim markas, satu tim teknik dan tiga tim tempur, sebagai unsur pelaksana prajurit Denjaka dituntut memiliki kesiapan operasional mobilitas kecepatan, kerahasiaan dan pendadakan yang tertinggi.

Selain itu, juga dituntut untuk bisa beroperasi dimedan yang berupa kapal-kapal, instalasi lepas pantai dan daerah pantai. Kemudian, harus memiliki keterampilan mendekati sasaran melalui laut, bawah laut dan vertikal dari udara.