Profil Pemuda Pancasila, Organisasi Besutan Jenderal AH Nasution yang Dukung Kudeta Militer Soeharto

Kamis, 02 Desember 2021 – 18:02 WIB

Ilustrasi anggota Pemuda Pancasila (Foto: Istimewa)

Ilustrasi anggota Pemuda Pancasila (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Pemuda Pancasila menjadi sorotan setelah terjadi pengeroyokan terhadap seorang anggota polisi. Pemuda Pancasila merupakan sebuah organisasi paramiliter Indonesia yang didirikan oleh Jenderal Abdul Haris Nasution pada 28 Oktober 1959.

Berdasarkan laman Badan Pelaksana Kaderisasi Pemuda Pancasila, pembentukan organisasi ini diprakarsai oleh penggawa partai politik Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI). Partai politik yang didirikan oleh pentolan militer Indonesia pada era Orde Lama era kepemimpinan Presiden Soekarno. 

Kemudian dikutip dari laman Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, partai politik IPKI merupakan kelanjutan IPKI yang dibentuk sejak 20 Mei 1954. Para tokoh pemrakarsa IPKI di antaranya adalah Kolonel Abdul Haris Nasution, Kolonel Gatot Subroto, Kolonel Aziz Saleh, dan lainnya.

IPKI merupakan partai politik yang didirikan dengan tujuan sebagai lawan ideologis dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Ketika PKI mendirikan organisasi Pemuda Rakyat, IPKI meresponsnya dengan mendirikan organisasi Pemuda Pancasila pada 28 Oktober l959.

Kemudian, gesekan antara Pemuda Pancasila dan PKI menjadi hal yang tak bisa dihindari. Pemuda Pancasila bersama Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) terlibat dalam pembersihan PKI dan seluruh anasir komunis di Indonesia saat gejolak tahun 1965 yang menjadi cikal bakal kelahiran Orde Baru yang dipimpin Presiden Soeharto.

Sementara dilansir dari berbagai sumber, nama organisasi tersebut mengacu pada Pancasila, 'lima prinsip' negara Indonesia. Pemuda Pancasila memainkan peran penting dalam mendukung kudeta militer Suharto pada tahun 1965.

Diketahui, baru-baru ini terjadi aksi tawuran antara organisasi masyarakat (ormas) Pemuda Pancasila (PP) dengan Forum Betawi Rempug (FBR) di Kota Tangerang pada Jumat 19 November 2021 malam. Dua organisasi itu pun membuat onar hingga meresahkan masyarakat.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan pihaknya sudah menetapkan dua orang tersangka yang merupakan anggota Pemuda Pancasila (PP).

"10 orang kita amankan, setelah dimintai keterangan, yang lain tidak terlibat dan yang terlibat pada saat itu ada dua yang sudah ditetapkan jadi tersangka. Karena yang bersangkutan juga membawa sajam (senjata tajam). Ya dua itu semuanya dari PP," kata Deonijiu pada Senin 22 November 2021.

Bahkan dalam peristiwa bentrok tersebut, tiga pemuda mengalami luka sabetan senjata tajam yang cukup serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Usai aksi bentrok tersebut, Ormas Pemuda Pancasila (PP) melakukan demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR pada Kamis 25 November 2021. Itu terkait dengan pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR Junimart Girsang soal pembubaran ormas.

Dalam demonstrasi tersebut, PP menuntut permintaan maaf dari anggota DPR RI, Junimart Girsang. Hal ini karena politikus PDI-P itu sebelumnya meminta Mendagri Tito Karnavian agar membubarkan ormas yang kerap berbuat onar.

Namun, unjuk ormas berseragam loreng oranye itu diwarnai aksi pengeroyokan terhadap AKBP Dermawan Karosekali. Perwira polisi Ditlantas PMJ saat itu tengah bertugas untuk mengurai peserta aksi yang ingin menutup seluruh badan jalan hingga jalur Transjakarta.

Tetapi, sejumlah anggota ormas PP tiba-tiba menyerang dan mengeroyoknya. Tak hanya perwira polisi, massa ormas PP juga sempat melakukan kekerasan terhadap pengendara motor yang ingin melintas di Jalan Gatot Subroto, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Pihak Polda Metro Jaya telah menangkap 21 anggota ormas PP, 9 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka karena membawa senjata tajam dan kepemilikan dua butir peluru.