IFBC Banner

Kopaska, Pasukan Elite Kebanggaan TNI AL yang Bisa Menyelam Tanpa Alat di Kolam Terdalam se-Asia

Jumat, 03 Desember 2021 – 16:02 WIB

Ilustrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) (Foto: Istimewa)

Ilustrasi Komando Pasukan Katak (Kopaska) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Komando Pasukan Katak (Kopaska) merupakan salah satu pasukan khusus yang dimiliki Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL). Pasukan elite TNI satu ini punya kemampuan dan kepiawaian sehingga disegani oleh militer dari negara-negara lain.

IFBC Banner


Dikutip dari buku “Kopassus untuk Indonesia” Jilid II, bagi seorang prajurit Paska, selam militer adalah kemampuan yang wajib dikuasai oleh pasukan khusus tersebut. Keahlian ini yang membuat Kopassus semakin disegani oleh militer dari negara-negara lain. Tak mudah untuk bisa menjadi seorang prajurit Paska Kopassus. Dari 30 siswa biasanya hanya 6-7% siswa yang lulus pendidikan.

”Rekor penyelam Kopassus bisa bertahan 2 menit 30 detik tanpa menggunakan alat di kolam terdalam se-Asia Tenggara,” ujar Kapten Inf Wayan Nantra yang diberi tugas mengelola kolam Tribuana bekerja sama dengan Mares.

Kopaska sendiri dibentuk pada 31 Maret 1962 atas arahan Soekarno untuk mendukung kampanye pembebasan Irian Barat. Namun, jauh sebelum itu ide mendirikan Kopaska sudah ada sejak zaman revolusi kemerdekaan. Saat itu, Republik Indonesia (RI) yang baru merdeka dipersulit dengan adanya blokade laut yang dilakukan oleh Belanda melalui Koninklijk Marine (KM).

Setelah berdiri, Kopaska langsung diterjunkan dalam Operasi Trikora di Papua. Saat itu, Kopaska beranggotakan 15 pasukan dan berada di bawah komando Mayor Urip Santoso.

Setelah Trikora, Pasukan Katak juga diturunkan ketika Indonesia berkonfrontasi dengan Malaysia. Saat konfrontasi dengan Malaysia terdapat 14 pasukan yang diterjunkan oleh Pasukan Katak. Saat itu, Pasukan Katak bertugas untuk melakukan sabotase dan menurut laman resmi TNI, saat itu sebanyak 40 kilogram bahan peledak dihabiskan Pasukan Katak untuk melakukan sabotase.

Selanjutnya, Pasukan Katak juga dikirimkan ke Timor Portugal yang kini menjadi Timor Leste.

Semboyan dari korps ini adalah "Tan Hana Wighna Tan Sirna" yang berarti "tak ada rintangan yang tak dapat diatasi".

Kopaska memiliki tugas untuk menyerang kapal dan pangkalan musuh untuk menghancurkan instalasi bawah air penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan berkekuatan amfibi.

Kopaska melakukan peledakan/demolisi di bawah air termasuk sabotase/penyerangan rahasia ke kapal lawan dan sabotase pangkalan musuh, torpedo berjiwa (kamikaze), penghancuran instalasi bawah air, pengintaian, mempersiapkan pantai pendaratan untuk operasi amfibi yang lebih besar serta antiteror di laut/maritime counter terorism.

Soekarno dalam buku Buku Tardjo Pejuang Tanpa Pamrih (1997) disebutkan bahwa memberikan instruksi supaya dibentuk Pasukan Katak yang dapat menyerang KM Belanda yang memblokade RI. Hanya saja ide Bung Karno tersebut tidak berjalan dengan baik dan baru bergulir kembali setelah Belanda pergi dari Indonesia.

Kopaska terbagi menjadi tiga Komando yakni, Satuan Komando Pasukan Katak Armada I di Pondok Dayung, Jakarta Utara; Satuan Komando Pasukan Katak Armada II di Surabaya; dan Satuan Komando Pasukan Katak Armada III di Sorong.

 

Saat ini, Kopaska menjadi pasukan misterius yang merahasiakan jumlah anggotanya. Standar latihan Kopaska termasuk yang melebihi batas manusia normal. Tidak banyak kisah tentang Kopaska karena memang Kopaska beroperasi secara senyap dan jauh dari jangkauan khalayak.