Tan Eng Hoa, Tokoh Hukum Pengusul Pasal Kebebasan Berserikat

Selasa, 07 Desember 2021 – 23:32 WIB

Tan Eng Hoa (Foto:Istimewa)

Tan Eng Hoa (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Tan Eng Hoa adalah salah satu peranakan etnis Tionghoa yang bergabung dalam merumuskan UUD 1945 bersama Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pria kelahiran Semarang tahun 1907 ini lulusan hukum dari Rechts Hogeschool Batavia pada tahun 1932.

Pada tahun 1945, ia mewakili komunitas Tionghoa Indonesia di Komite Investigasi yang disponsori Jepang untuk Pekerjaan Persiapan Kemerdekaan dan mengusulkan hukum untuk menetapkan kemerdekaan yang berserikat dan berkumpul menjadi pasal tersendiri dalam Undang-undang.

Saat Ketua BPUPKI Radjiman Wediodiningrat membentuk panitia-panitia kecil, Tan masuk dalam Panitia Hukum Dasar yang dipimpin oleh Soekarno.

Dalam BPUPKI, Tan berperan dalam mengusulkan penambahan ayat pada pasal 27 Undang-Undang Dasar. Usul yang ia sampaikan adalah mengatur kemerdekaan berserikat, berkumpul, dan sebagainya. Belakangan, usulan tersebut dijadikan dalam pasal tersendiri dalam UU, yaitu Pasal 28 UUD 1945. Pasal 28 UUD 1945 masih terus berlaku hingga saat ini.

Ahli sejarah Tionghoa, Didi Kwartanada, mengatakan Tan berkontribusi membangun pondasi demokrasi. Tan meletakkan dasar kebebasan berserikat.