IFBC Banner

Brigjen Achmad Fauzi, Peraih Penghargaan 'Jenderal Pembendung Teroris' yang Datangi Habib Bahar

Sabtu, 01 Januari 2022 – 15:30 WIB

 Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi (Foto: Istimewa)

Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi (Foto: Istimewa)

 

 

JAKARTA, REQnews - Gegara terlibat debat panas dengan Habib Bahar bin Smith, nama Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi ramai diperbincangkan netizen di dunia maya.

Sebuah video yang memperlihatkan Habib Bahar bin Smith debat panas dengan seorang anggota TNI mendadak viral di media sosial. Terlihat keduanya bersitegang soal dasar negara, materi dakwah hingga sentil KSAD Jenderal TNI Dudung Abdurachman.

Kedatangan Jenderal bintang satu itu juga diduga meminta Bahar untuk mendatangi Polda Jabar untuk kasusnya yang menyinggung Jenderal TNI Dudung Abdurachman.


Dalam video yang beredar terlihat anggota TNI itu membawa tongkat komando lengkap dengan topinya. Sedangkan Habib Bahar dengan rambut terikat menggunakan jaket berwarna abu-abu dengan kaus putih. 

Berikut profil Brigjen TNI Achmad Fauzi!

Jenderal yang lahir pada 25 November 1971 silam ini adalah seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 18 November 2020 mengemban amanat sebagai Komandan Korem 061/Suryakancana. 

Siapa sangka, anak keenam dari tujuh saudara itu awalnya bercita-cita sebagai seorang dokter.  

"Dulu cita-cita saya dokter. Cuma karena kita adalah orang tidak mampu, beralihlah ke TNI, masuk AKABRI, Hal yang paling tidak disangka-sangka" kata Achmad Fauzi.

Setelah perjalanan panjang menempuh pendidikan Akmil, dirinya dipilih sebagai salah satu perwakilan prajurit TNI AD yang diambil Sumpah Prasetya di hadapan Presiden Soeharto.
 
Kemudian ditarik sebagai bagian dari Kopassus hingga mendapatkan penghargaan Sangkur Perak Pendidikan Komando Angkatan 73.

Lulusan Akademi Militer 1995 ini berpengalaman dalam Infanteri ( Kopassus).

Berbagai operasi penting bersama pasukan elit Korps Baret Merah pernah dialaminya. 

Antara lain pernah terlibat dalam Operasi Tim-tim pada tahun 1998, Operasi Irian Jaya pada tahun 2000, hingga ditugaskan untuk ikut beberapa operasi di luar negeri, seperti Konga PBB Lebanon tahun 2008, Counter Terorism di Malaysia tahun 2013, Conter Terorism di Chile pada tahun 2013.

Berkat kemampuan intelijen dan pengalaman operasi yang cukup tinggi, Achmad Fauzi akhirnya dipercaya sebagai Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Dia menjabat sebagai Wadan Group C Paspampres pada tahun 2013. 

Kemudian menjabat sebagai Waasops Paspampres dengan pangkat Letnan Kolonel (Letkol) di tahun 2015.

Pada tahun 2017 Achmad Fauzi diangkat menjadi Aspers Danpaspampres dengan pangkat Kolonel.

Tak berhenti disitu, karirnya terus meroket. Sebagai prajurit Kopassus, dirinya kemudian ditugaskan untuk bertugas di Papua dengan menjabat posisi Kasrem 172/PWY Kodam XVII/Cenderawasih.

Adapun amanah yang diemban sekarang yaitu bertanggung jawab pengamanan VVIP RI 1 di sekitar Istana Kepresidenan Bogor dengan jabatan Danrem 061/Surya Kencana Bogor hingga pecah bintang satu menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI.

Brigjen Achmad Fauzi juga pernah mendapatkan penghargaan dari Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar pada saat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BNPT yang ke-11 tahun pada hari Jum'at, 16 Juli 2021 kemarin di IPSC Sentul, Bogor, Jawa Barat.

 

Ia meraih penghargaan sebagai TNI Angkatan Darat di jajaran Korem 061/Suryakencana yang telah berhasil membendung gerakan radikalisme terorisme ke wilayah Bogor, Sukabumi dan Cianjur.

Oleh karenanya, BNPT menilai Jenderal bintang satu yang dibesarkan oleh Korps Baret Merah atau Kopassus itu berhak menerima Apresiasi dari BNPT atas dedikasinya terhadap bangsa Indonesia selama ini.