IFBC Banner

Pernah Terlibat Kasus Timor Timur, Ini Profil Eks Dirut Asabri Adam Damiri yang Divonis 20 Tahun Bui

Kamis, 06 Januari 2022 – 14:31 WIB

Mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta atas tindak pidana korupsi terkait kasus Asabri (Foto: Istimewa)

Mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta atas tindak pidana korupsi terkait kasus Asabri (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Mantan Direktur Utama Asabri Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri divonis 20 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta atas tindak pidana korupsi terkait kasus Asabri. Tak sendiri, mantan Direktur Utama PT Asabri, periode 2016-2020 Letjen (Purn) Sonny Widjaja juga divonis 20 tahun penjara. 

Keduanya terjerat kasus PT Asabri, yang disebut merugikan keuangan negara senilai Rp 22,788 triliun. Vonis ini diketahui lebih berat dari tuntutan JPU, yakni 10 tahun penjara denda Rp 750 juta untuk Adam dan Sonny. 

Alumnus Akademi Militer tahun 1972 ini adalah seorang mantan perwira tinggi militer TNI Angkatan Darat yang berawal dari kecabangan infanteri.

Sebelumnya, Adam juga pernah bertugas sebagai Panglima Kodam IX/Udayana pada tahun 1998-1999, Kepala Staf Divif 1/Kostrad di Cilodong, dan Komandan Brigif Linud 3/TMS di Makassar.

Jabatan terakhirnya adalah sebagai Asisten Operasi Kasum TNI. 

Setelah purna tugas di militer, Adam ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Asabri pada 2009 hingga 2014. Namun, diperpanjang hingga 2016.

Sebelumnya, Adam Damiri juga pernah berurusan dengan hukum. Dari informasi yang dikumpulkan, mantan Pangdam IX/Udayana juga pernah diseret ke meja hijau karena dinilai membiarkan kerusuhan merebak di Timor Timur pasca Jajak Pendapat pada 1998 lalu.

Saat itu ia diancam hukuman 10-20 tahun penjara. Dakwaan tersebut dibacakan Jaksa S Odjie dalam sidang perdana pelanggaran HAM berat di Timor Timur, yang mengadili Damiri, dengan Ketua Majelis Hakim Ani Marni Mustofa, Rabu 10 Juli di Jakarta.

Saat jajak pendapat, wilayah Timor Timur berada di bawah kendali Kodam IX Udayana yang bermarkas di Denpasar.  Adam Damiri dinilai tidak mampu menjalankan tugas dengan efektif sebagai penjabat yang punya kewenangan menggerakkan pasukan.

Adam dinilai tidak bisa mengendalikan keamanan di Timor Timur, setelah kerusuhan meledak menyusul kemenangan pro-kemerdekaan dalam Jajak Pendapat yang diumumkan PBB di New York. Jenderal bintang dua itu menyatakan menolak dakwaan jaksa.

Bantahan demi bantahan dilontarkan Adam terhadap tuduhan kepada dirinya. Ia mengaku saat pelanggaran HAM itu terjadi, ia tidak berada di tengah lapangan. Majelis Banding Pengadilan Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) ad hoc Jakarta membebaskan Mayor Jenderal Adam Damiri dalam kasus pelanggaran HAM Timor Timur pada 29 Juli 2004.

Seperti diketahui, majelis hakim perkara korupsi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) (Persero) memberikan vonis lebih berat dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) pada Adam Rachmat Damiri. Adam yang merupakan Dirut PT Asabri periode 2012-2016 divonis 20 tahun penjara. Vonis itu lebih berat ketimbang tuntutan jaksa yang memintanya dihukum 10 tahun penjara.

Adam Damiri diwajibkan bayar uang pengganti sebesar Rp 17,972 miliar dikurangi dengan aset-aset yang sudah disita. Bila tidak dibayar harta bendanya akan disita dan saat tidak mencukupi akan dipidana dengan penjara 5 tahun.

Sonny Widjaja dibebankan untuk membayarkan uang pengganti sebesar Rp 64,5 miliar dengan memperhitungkan barang bukti dan dokumen yang disita dan bila tidak dibayar maka harta bendanya akan disita dan bila tidak mencukupi akan dipidana dengan penjara 5 tahun.