John D. Rockefeller Miliarder Pertama Dunia, Cucunya Berikan Tanah untuk Markas PBB

Minggu, 09 Januari 2022 – 09:05 WIB

 John D. Rockefeller (Foto:Istimewa)

John D. Rockefeller (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - John D. Rockefeller adalah seorang pebisnis Amerika Serikat. Ia memiliki perusahaan minyak yang bernama Standard Oil. Ia merupakan miliarder pertama dalam sejarah dunia dan dianggap sebagai orang terkaya dalam sejarah Amerika, dan mungkin orang terkaya dalam sejarah dunia.

John D. Rockefeller mendirikan " Standard Oil" (SO) yang bergerak di bidang pertambangan minyak bumi dan penjualan hasil olahannya. Ia menjalankan usahanya ini bersama William A. Rockefeller, kakaknya serta dengan beberapa mitra yakni Henry Flagler, Jabez A. Bostwick, Samuel Andrews, dan Stephen V. Harkness.

Produk-produk SO (seperti bahan bakar dan kerosin) makin terkenal, perusahaan inipun menghasilkan keuntungan yang banyak. Tercatat, pada masa jayanya, Standard Oil menguasai 90% pangsa pasar penjualan olahan minyak bumi di Amerika Serikat.

Trygve Lie, Sekretaris Jenderal PBB, menerima cek dari John D. Rockefeller III, atas nama ayahnya,

John D. Rockefeller, Jr untuk pembangunan gedung PBB (Foto:unmultimedia)

Kekayaan pria kelahiran 8 Juli 1839 pun ikut terdongkrak seiring makin cemerlangnya penjualan Standard Oil, dan dalam waktu yang relatif singkat, Rockefeller dapat menjadi orang terkaya di Amerika Serikat, pada waktu itu.

Rockefeller juga berhasil menjadi orang Amerika pertama yang tercatat memiliki kekayaan lebih dari US$1,000,000.

Jika disesuaikan dengan inflasi saat ini, kekayaan Rockefeller sampai ia meninggal, tercatat mencapai USS$336,000,000. Ini pun membuatnya sebagai orang terkaya dalam sepanjang sejarah Amerika, dan bisa jadi dalam sejarah dunia.

Dia dikenal sebagai sosok dermawan, sebagian besar kekayaannya, ia gunakan sebagai ajang filantropi dengan mendirikan beberapa lembaga yang pada akhirnya memiliki peran signifikan di bidang kesehatan, pendidikan, dan riset ilmiah.

Salah satu lembaga riset medisnya dapat mengembangkan cara untuk memusnahkan virus penyebab demam kuning.

Rockefeller juga mendirikan University of Chicago dan Rockefeller University dan mendanai pendirian Central Philippine University di Filipina.

Rockefeller meninggal pada 23 Mei 1937 saat berusia 97 tahun. Cucunya yang dikenal sebagai John D. Rockefeller III, merupakan sosok yang menghibahkan sekitar 7 hektare tanah di tepi timur Manhattan kepada PBB.

Dikutip dari unmultimedia, Trygve Lie, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, menerima dari John D. Rockefeller III, atas nama ayahnya, John D. Rockefeller, Jr atau John D. Rockefeller II cek senilai $8,500,000 untuk pembelian 6 blok situs Manhattan East River di mana PBB akan membangun Markas Besar permanennya.

Walikota Kota New York, William O'Dwyer, menyaksikan penandatanganan pemberian cek tersebut pada 25 Maret 1947.