Ini Profil Ubedillah Badrun, Mantan Aktivis 98 yang Berani Laporkan Anak Presiden Jokowi ke KPK

Selasa, 11 Januari 2022 – 15:13 WIB

Dosen Sosiologi Politik UNJ, Ubedilah Badrun (Foto: Istimewa)

Dosen Sosiologi Politik UNJ, Ubedilah Badrun (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Akhir-akhir ini nama Ubedilah Badrun tengah ramai diperbincangkan publik. Pasalnya dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu baru saja melaporkan dua anak Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Laporan tersebut terkait dugaan kasus pencucian uang (TPPU).

Menurut Ubedilah, Gibran dan Kaesang ikut terseret dalam TPPU dan KKN dengan grup bisnis yang diduga terlibat dalam kasus pembakaran hutan.

Lantas, siapa Ubedilah Badrun?

Pria yang dikenal sebagai Dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu merupakan pengamat politik yang juga mantan aktivis mahasiswa tahun 1998. 

Ia menyelesaikan S1 di FPIPS IKIP Jakarta (Universitas Negeri Jakarta / UNJ) lulus tahun 1998. 

Kemudian pada tahun 2003, Ubedilah Badrun menyelesaikan S2 di Program Pascasarjana Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia (UI).

Ia juga pernah mengikuti kuliah di beberapa perguruan tinggi antara lain di Ma’had Alhikmah Jakarta (1994-1995) dan STF Driyarkara Jakarta mengambil program Extension Course (1995-1997).

Selama di Jepang, Ubedilah Badrun diketahui cukup aktif mengikuti seminar Japan Education Forum (JEF II) tahun 2005 dan Japan Education Forum (JEF III) tahun 2006. Dirinya juga pernah menjadi leader di kegiatan Yoron Adventure School yang diselenggarakan oleh International Youth Association of Japan pada tahun 2005 dan mengikuti kegiatan Indonesia and Togo Homestay of Friendship, yaitu Program of International Exchange 2006 yang diselenggarakan oleh Togo Town International Association Jepang pada tahun 2006.

 

Pada tahun 1996, dia ikut membidani lahirnya Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) yang merupakan organisasi penting dalam pergerakan reformasi 1998.

Pria yang lahir di Desa Sendang, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat itu juga tercatat pernah menjabat sebagai Ketua HMI Cabang Jakarta tahun 1997-1998.

Dilihat dari sosial media Instagramnya, @ubedilahbadrun.official, ia kerap kali membagikan pandangan kritisnya terhadap berbagai isu. 

Menurut dosen Sosiologi Politik UNJ, dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) tersebut sangat jelas melibatkan Gibran, Kaesang dan anak petinggi PT SM karena adanya suntikan dana penyertaan modal dari perusahaan Ventura. Ia mengaku punya bukti kuat yang menjerat dua anak presiden tersebut. 

Perusahaan berinisial PT SM tersebut menurut Ubedilah Badrun jadi tersangka pembakaran hutan.

Kementerian Lingkungan Hidup diketahui pernah menuntut perusahaan tersebut dengan nilai Rp 7,9 triliun. Namun, Mahkamah Agung hanya mengabulkan tuntutan Rp 78 miliar kepada PT SM.