Profil Asep Nana Mulyana, Kajati Jabar yang Tuntut Mati Herry Wirawan

Kamis, 13 Januari 2022 – 20:05 WIB

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Asep Nana Mulyana (Foto: Istimewa)

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Asep Nana Mulyana (Foto: Istimewa)

JAWA BARAT, REQnews - Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Barat Asep Nana Mulyana turun langsung sebagai penuntut umum dalam kasus Herry Wirawan yang memperkosa 13 santriwati.

Menjadi menarik, karena sangat jarang terjadi orang nomor satu di Kejati turun langsung menangani sebuah perkara hukum. Asep pun kemudian menutut terdakwa Herry hukuman mati.

Menurutnya, Herry terbukti bersalah telah melakukan pemerkosaan terhadap belasan anak didiknya. "Menuntut terdakwa dengan hukuman mati," kata Asep usai persidangan tertutup yang digelar di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa 11 Januari 2022.

Ia mengatakan bahwa hukuman diberikan sesuai dengan perbuatan terdakwa yang memperkosa 13 santriwati hingga hamil dan melahirkan. "Ini sebagai bukti, komitmen kami untuk memberikan efek jera kepada pelaku dan pihak lain yang melakukan kejahatan," kata dia.

Jaksa kelahiran Tasikmalaya, 14 Agustus 1969 itu resmi menjabat Kajati Jabar setelah dipromosikan oleh Jaksa Agung Republik Indonesia Burhanuddin. Ia kemudian dimutasi bersama dengan pejabat eselon II dan eselon III Kejaksaan seluruh Indonesia.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 169 Tahun 2021 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dari dan dalam Jabatan Struktural di Lingkungan Kejaksan Republik Indonesia tanggal 14 Juli 2021.

Mantan Kajati Banten itu merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Mataram tahun 1994, ia kemudian mendapatkan beasiswa Program Magister Ilmu Hukum di Universitas Diponegoro tahun 2001. Selanjutnya, pada tahun 2012 Asep menyelesaikan Program Doktor Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran dengan predikat cumlaude.

Dalam karirnya, sejumlah jabatan struktural di Kejaksaan Agung, Kejaksaan-Tinggi dan Kejaksaan Negeri pernah dirinya duduki. Ia memulai karir di Kejaksaan pada tahun 1996 sebagai Staf pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan RI tahun 1996-1998.

Kemudian pada 2011 menjabat sebagai Plt Kepala Kejaksaan Negeri Sumber, Kepala Kejaksaan Negeri Stabat pada 2012-2013. Lalu sebagai Kepala Bagian Sunproglapnil pada Sesjam Pidsus serta Kasubdit Tindak Pidana Khusus Lain pada Direktorat Eksekusi dan Eksaminasi tahun 2013-2014.

Lalu menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Semarang pada 2014-2015, Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sumut dari Januari hingga Oktober 2015. Selanjutnya, sebagai Asisten Khusus Jaksa Agung Republik Indonesia pada 2015-2019, dan menjabat sebagai Kepala Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung pada tahun 2019.