IFBC Banner

Herri Swantoro, Sosok Hakim di Balik Vonis Mati Herry Wirawan

Selasa, 05 April 2022 – 14:30 WIB

Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Dr. Herri Swantoro, S.H., M.H

Ketua Pengadilan Tinggi Bandung, Dr. Herri Swantoro, S.H., M.H

JAKARTA, REQnews - Majelis hakim Pengadilan Tinggi Bandung memperberat vonis terhadap pemerkosa 13 santriwati Herry Wirawan menjadi hukuman mati. Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Herry Wirawan.

Siapa sosok hakim dibalik vonis mati terhadap Herry Wirawan? Duduk sebagai ketua majelis hakim Herri Swantoro bersama dua anggota Majelis hakim Yuli Heryati dan Nur Aslam Bustaman. 

Herri Swantoro tak segan memperberat putusan hakim PN Bandung yang sebelumnya hukuman penjara seumur hidup menjadi pidana mati. Bahkan, kontroversi soal pembayaran restitusi yang sebelumnya dibebankan ke negara, dikembalikan kepada Herry Wirawan.

"Menerima permintaan banding dari jaksa/penuntut umum. Menghukum terdakwa oleh karena itu dengan pidana mati," ucap hakim PT Bandung yang diketuai oleh Herri Swantoro sebagaimana dokumen putusan, Senin 4 April 2022.

Mengenal Hakim Herri Swantoro

Pria kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah pada 4 September 1959 ini menjabat sebagai Kepala Pengadilan Tinggi (PT) Bandung. 

Ia telah menulis tiga buku berjudul Bunga Rampai Hukum dan Administrasi Peradilan Umum, Hukum Perseroan Terbatas dan Ancaman Pailit, serta Dilema Eksekusi.

Untuk buku Dilema Eksekusi yang terbit 2018, ditulis sebagai bentuk pengalaman Herri selama berkarier lebih dari 35 tahun di PN, PT, dan Dirjen Badilum.

Herri menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1983. Gelar S2-nya kemudian diraih pada 2003 di Universitas Krisnadwipayana. Sedangkan gelar doktoral dia dapat usai mengikuti pendidikan di Universitas Padjajaran tahun 2017 lalu.

Kariernya sebagai hakim dimulai sebagai calon hakim di PN Surabaya tahun 1984. Setelahnya ia menjadi hakim di sejumlah daerah seperti PN Sungai Liat, PN Cibadak, PN Pontianak, PN Tangerang, PN Denpasar hingga PN Jakarta Selatan.

Saat dipromosikan sebagai Ketua PN Muara Enim karirnya lantas meningkat. Lanjut menjadi Wakil Ketua dan Ketua PN Sleman, Ketua PN Tangerang hingga terakhir Ketua PN Jakarta Selatan.

Hingga pada akhirnya, ia menjadi hakim tinggi di PT Denpasar dan PT Jakarta. Sebelum Herri diangkat menjadi Ketua PT Bandung, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum (Badilum).