IFBC Banner

Profil Ustaz Ahmad Yasin, Sopir Selamat dari Kecelakaan Maut Mobil Vs KRL, Ternyata Pimpinan Ponpes

Kamis, 21 April 2022 – 13:46 WIB

Ahmad Yasin adalah seorang ustaz pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an Fantastis di Citayam, Depok (Foto: Istimewa)

Ahmad Yasin adalah seorang ustaz pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an Fantastis di Citayam, Depok (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Sebuah mobil Honda Mobilio nopol B 1563 NYZ tertabrak kereta KRL Commuter di perlintasan Citayam-Depok, arah Jakarta pada Rabu 20 April 2022. Beruntung, pengemudi yang diketahui bernama Ahmad Yasin itu berhasil selamat dalam kecelakaan maut tersebut. 

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Mobil Ahmad pun terseret KRL sekitar 15 meter. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini namun mobil dalam kondisi hancur.

Siapa Ahmad Yasin?


Ahmad Yasin adalah seorang ustaz pimpinan Pondok Pesantren Darul Qur'an Fantastis di Citayam, Depok. Ia juga merupakan dosen agama di Universitas Indonesia (UI).

"Saya pimpinan di Pondok Pesantren Darul Qur'an Fantastis ini," ujar Ahmad Yasin, Rabu 20 April 2022. 

Seperti dilihat dari laman resmi Pesantren Fantastis, pesantren ini berpengalaman mencetak lebih dari 200 santri penghafal Al-Qur'an 30 juz.

 

Sementara itu, dikutip dari laman CariUstadz, Ahmad Yasin menyelesaikan S1 dalam bidang dakwah di Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta dan mendapatkan gelar S.Sos.I.

Setelah lulus, ia kemudian melanjutkan program magister dalam bidang Ilmu Tafsir dan Al-Quran di perguruan yang sama.

Saat ini, beliau aktif di Organisasi PMII, dan sedang menyelesaikan disertasi dalam kajian Al-Quran untuk mendapatkan gelar Doktor. Buku Saku Teori dan Praktek Menghafal Al-Quran Metode Fantastis merupakan buah karyanya.

Ia juga aktif memberikan ceramah dan berdakwah di Masjid Ukhuwah Islamiyyah dan dosen Agama Islam di Universitas Indonesia (UI). Juga aktif menggembleng para santri untuk menghafal Al-Quran dengan metode fantastis.

Sebelum tragedi maut itu terjadi, Ahmad Yasin menjelaskan awalnya ia berangkat dari pondok pesantren sekitar pukul 06.30 WIB pagi tadi. Ia mengendarai mobil hendak menuju ke Jakarta Selatan sambil membuka aplikasi peta. 


Setiba di perlintasan rel, palang pintu terbuka. Ahmad Yasin juga mendengar petugas berteriak memperingatkan dirinya, tetapi saat itu ia pasrah.

"Ketika putar balik palang pintu terbuka. Ada petugasnya, begitu lihat saya dia teriak kereta, saya sudah tidak bisa menyelamatkan diri dan pasrah saja," katanya.

"Saya lihat ke kiri sudah ada kepala kereta, sehingga saya pasrah dan tidak panik," katanya.

Ahmad Yasin terbanting. Ia mencoba menutupi wajahnya untuk melindungi dari serpihan kaca sambil berteriak takbir.

"Saya kebanting dan menutup mata saya menggunakan tangan sehingga ada bekas kena kaca di tangan, saya sempat teriak takbir dan kereta berhenti," ucapnya.

Ahmad Yasin bersyukur karena dirinya ternyata masih selamat. Ia kemudian keluar dari dalam mobil dan menyelamatkan diri.

Dirinya juga membantah karena sempat dikira kabur.  

 "Saya tidak kabur, tapi menyelamatkan diri khawatir mobil terbakar, saya lompat saja inisiatif," ujar Ahmad. 
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L