IFBC Banner

Sosok Arnold Hutajulu, Advokat Berdarah Batak Asal Tapanuli Utara

Rabu, 27 April 2022 – 22:15 WIB

Advokat Arnold Hutajulu

Advokat Arnold Hutajulu

JAKARTA, REQnews - Sosok Arnold Hutajulu, advokat kelahiran Tapanuli Utara, Sumatera Utara itu, memiliki banyak pengalaman dalam menangani perkara pidana mulai dari kasus narkoba hingga pembunuhan dengan ancaman hukuam yang tak main-main.

Advokat lulusan Universitas Katolik Santo Thomas Medan itu mengatakan bahwa dirinya sebelum jadi pengacara pernah bergabung di Pusat Konsultasi Dan Bantuan Hukum (PUSBAKUM) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

"Kita di sana bisa bersidang tanpa ada izin, karena kerjasama dengan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah itu kita ujian dan jadi pengacara yang dilantik oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang bekerjasama dengan organisasi Peradi," kata Arnold kepada REQnews, dikutip pada Rabu 27 April 2022.

Dengan banyak pengalamannya, Arnold pun bercerita bahwa dirinya sempat diancam oleh pihak lawan ketika berperkara di pengadilan. "Kebanyakan dari pihak lawan, tapi orang lain yang disuruh. Kebetulan perkara-perkara yang saya tangani kebanyakan dari perkara pidana. Karena saya kan awalnya dari Pusbakum, yang ditangani di sana kebanyakan perkara prodeo ya kita ditunjuk oleh pengadilan mendampingi dengan ancaman hukuman yang 5 tahun ke atas," kata dia.

Sementara itu ketika menangani kasus di Pengadilan Negeri Tangerang, ia mengatakan sempat diancam dalam bentuk omongan. "Ancamannya sih omongan aja waktu di situ, tapi membuat kita emosi. Namun saya menahan emosi, tapi akhirnya ngga bisa ditahan juga emosi saya," lanjutnya.

Kemudian di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Arnold mengaku pernah dikepung oleh orang-orang dari pihak lawan. Namun ada hal yang membuatnya heran, karena saat itu dirinya diminta pengacara lawan untuk menjelaskan mengapa kliennya bisa kalah di pengadilan.

"Terus pada waktu itu saya disuruh menjelaskan kepada kliennya mengapa dia kalah, dan saya bilang ke lawyernya lawan, itu kan tugas dia bukan tugas saya," katanya.

Sejak dilantik sebagai advokat tahun 2001, Arnold mengaku banyak menangani perkara pidana seperti kasus pembunuhan, narkoba dan ada juga sebagian kasus perdata, perceraian, pendampingan karena diminta oleh polisi kepada Pusbakum saat itu.

"Saat itu ada kasus narkoba, dia dituntut hukuman mati oleh jaksa, namun akhirnya diputus dengan hukuman seumur hidup. Ada kasus pembunuhan juga, ancamannya hukuman mati, tapi dia dihukum selama 7 tahun," lanjutnya.

Sebagai seorang advokat, Arnold mengatakan bukan melihat salah atau tidaknya terdakwa atau klien, namun dari sisi keadilan bagi si terdakwa. "Kalau kita melihat salah ya emang salah dari kasusnya. Tapi kita membela dia untuk mencari keadilan bagi dia," ujar Arnold.

Selama sebagai advokat, Arnold mengaku pernah mendapatkan pencemaran nama baik dari kliennya, karena tidak terima dengan hukuman yang diterimanya. "Dulu ada klien saya kasus narkoba, karena dia tidak terima dengan hukumannya, sampai dia jelek-jelekan saya di media karena tidak sesuai dengan keinginannya," kata dia.

Arnold pun berpesan kepada anak muda yang ingin terjun di dunia advokat, agar tidak memilah-milah kasus yang ditangani. "Saya sarankan agar tidak memilah-milah perkara. Karena kita kan sebagai lawyer tidak boleh seenaknya memilah perkara dan yang utama adalah kode etik yang harus dijaga," ujarnya.