Sosok Dewa Budjana, Anak Eks Jaksa yang Pilih Jadi Pemusik

Kamis, 05 Mei 2022 – 12:45 WIB

Musisi Dewa Budjana

Musisi Dewa Budjana

JAKARTA, REQnews - I Dewa Gede Budjana atau yang lebih dikenal sebagai Dewa Budjana merupakan gitaris dan pencipta lagu yang saat ini bergabung dengan Grup Band Gigi.

Pria kelahiran Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur 30 Agustus 1963 itu adalah anak dari seorang mantan jaksa bernama I Dewa Nyoman Astawa. 

Dikutip dari berbagai sumber menyebut bahwa ketertarikan dan bakat Dewa Budjana pada musik, khususnya gitar sudah sangat dominan. Yaitu terlihat sejak dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) di Klungkung Bali.

Dalam sesi wawancara bersama dengan Soleh Solihun, Budjana mengatakan awalnya tertarik pada gitar karena melihat poster di kamar kakaknya. Tapi awal pertama kali Budjana belajar bermain gitar adalah dari tukang bangunan yang tinggal di dekat rumahnya yang bernama John.

Budjana mengatakan bahwa dari John itulah dirinya mengerti dan bisa memainkan kunci-kunci dasar. Ia pertama kali diajarkan memainkan lagu dari Lombok yang berjudul Lalo Midang. 

Bahkan Budjana kecil pernah mencuri uang neneknya untuk sekadar memenuhi keinginannya membeli gitar pertamanya seharga 10.000 rupiah. Sejak memiliki gitar pertama inilah yang membuat Budjana tidak lagi memiliki semangat untuk bersekolah, baginya gitar adalah nomor 1.

Budjana sangat tertarik dengan dunia musik terlihat ketika dirinya pindah ke Surabaya, Jawa Timur di mana ia mengambil kursus musik klasik. Pada tahun 1980 Budjana mulai bergabung bersama Squirrel, band jazz pertama di sekolahnya di Surabaya. 

Setelah lulus dari SMAN 2 Surabaya, Budjana memutuskan hijrah ke Jakarta untuk mengejar mimpinya berkarier sebagai musisi profesional. Perjalanan ini membawanya ke Jack Lesmana sebuah legenda jazz Indonesia, yang memperkenalkannya kepada musisi profesional lainnya.

Setelah menjalani hidup di Jakarta Budjana akhirnya mulai beradaptasi dan banyak bergaul dengan musisi-musisi lokal yang baru ia kenal, bermain musik di kafe juga salah satu kegiatan rutinnya. Tak selang berapa lama setelah itu Budjana mulai banyak mendapatkan tawaran untuk mengisi rekaman-rekaman kaset seperti pada album solo Indra Lesmana, Catatan si Boy II, Andre Hehanussa, Heidy Yunus, Memes, Chrisye, Mayangsari, Dewi Gita, Desy Ratnasari, Potret, Trakebah, Caesar (Deddy Dores), Nike Ardila dan lain-lain.

Beberapa tahun kemudian Budjana bergabung dengan Spirit band dan sempat merilis dua album bersama grup musik tersebut, yang pertama berjudul "Spirit" dan yang ke dua berjudul "Mentari". Beberapa tahun setelah itu Budjana memutuskan untuk keluar dari Spirit band dan bergabung dengan Java Jazz (Indra Lesmana). 

Ia juga sempat bermain dengan banyak band seperti Jimmy Manopo Band, Erwin Gutawa Orkestra, Elfa's Big Band dan Twilite Orchestra. Pada tahun 1989-1993 Budjana juga pernah membantu Indra Lesmana untuk mengajar di sekolah miliknya.

Hingga saat ini Dewa Budjana masih bersama Gigi, band yang dibentuknya pada tahun 1994 bersama Baron (gitar), Thomas (bass), Armand Maulana (vokal) dan Ronald (drum). Namun dalam perjalanannya setelah albumnya yang ke dua yaitu "Dunia" dan Gigi sanggup mencentak penjualan yang cukup fantastis yaitu 400 ribu copy, mereka harus kehilangan Baron.

Dirinya juga bergabung dengan Trisum, grup tersebut awalnya terbentuk pada tahun 2004 di mana Budjana, Tohpati dan Balawan tampil sepanggung dalam sebuah acara peluncuran produk. Setahun kemudian mereka bertiga tampil di pagelaran Java Jazz Festival dan ternyata mendapat sambutan yang sangat baik dari penonton. 

Mereka pun kembali tampil sepanggung dalam konser bertajuk Dialog Tiga Gitar di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM) pada akhir tahun 2005. Di konser inilah kiprah tiga gitaris andal ini semakin dikenal luas oleh publik, di mana selanjutnya mereka pun roadshow ke berbagai kota di Indonesia.