IFBC Banner

Profil Raden Brotoseno, Suami Tata Janeeta yang Diduga Masih Dipekerjakan di Polri

Senin, 30 Mei 2022 – 16:25 WIB

Raden Brotoseno (Foto: Istimewa)

Raden Brotoseno (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Nama Raden Brotoseno kembali menjadi perhatian publik, setelah muncul adanya dugaan bahwa mantan napi korupsi itu masih aktif bertugas sebagai penyidik di Bareskrim Polri.

Diketahui, suami dari Tata Janeeta itu sebelumnya merupakan seorang perwira menengah Polri dengan pangkat terakhir AKBP. Jabatan terakhirnya diketahui sebagai Kanit Tipikor Bareskrim Polri, bahkan sempat menjadi penyidik KPK.

Ia pernah ditangkap oleh satuan tugas (satgas) pungli pada November 2016 silam. Brotoseno pun divonis bersalah karena telah melakukan tindak pidana dalam kasus cetak sawah Kalimantan Barat, senilai kurang lebih Rp 3 miliar.

Sebelum menikah dengan Tata Janeeta, ia diketahui pernah menjalin hubungan dengan Angelina Sondakh setelah bercerai dengan istri pertamanya yaitu Dr. Yanti Miranda Sari sejak 11 Mei 2011.

Brotoseno bercerai setelah delapan tahun membina rumah tangga serta dianugerahi seorang anak bernama Raka yang saat itu berusia 3 tahun.

Brotoseneo terakhir kali melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada tahun 2011, yaitu senilai Rp 724.400.000.

Harta tersebut berasal dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senili Rp 525 juta.

Dirinya juga melaporkan hartanya berupa harta bergerak yakni alat transportasi dan mesin lainnya yakni Toyota Fortuner Rp 310.000.000.

Kemudian, Brotoseno juga melaporkan hartanya berupa harta bergerak lainnya senilai Rp 21.000.000 dan giro dan setara kas lainnya Rp 130.000.000.

Sebelumnya terkait dugaan Brotoseno masih aktif di Bareskrim Polri, dibongkar oleh Indonesia Corruption Watch (ICW), yang telah menyurati Asisten Bidang SDM Kapolri, Irjen Wahyu Widada pada Januari 2022 lalu.

Peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangannya meminta agar Polri memberikan klarifikasi terkait adanya dugaan tersebut.

"Kami meminta klarifikasi status anggota Polri atas nama Raden Brotoseno. Hal ini kami sampaikan karena diduga keras yang bersangkutan kembali bekerja di Polri dengan menduduki posisi sebagai penyidik Madya Dittipidsiber Bareksrim Polri," kata Kurnia, Senin 30 Mei 2022.

Sementara Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengklarifikasi. "IPW mendesak agar Kapolri menjelaskan alasan pengaktifikan kembali Brotoseno sebagai Penyidik Bareskrim. Ini adalah tindakan pelanggaran aturan," kata Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, Senin 30 Mei 2022.

Menurutnya, aturan hukum yang dilanggar berdasarkan Pasal 21 ayat 3 huruf a Perkap No. 14 tahun 2011 tentang Kode Etik Kepolisian Negara Republik Indonesia. 

Sugeng menyebut bahwa anggota Polri yang sudah diputus bersalah oleh pengadilan dan juga telah berkekuatan hukum tetap, harus dikenakan Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH).

"Kalau benar diaktifkan kembali bertugas maka institusi Polri telah melanggar aturan Perkap Nomor 14 Tahun 2011," ujarnya.