IFBC Banner

Profil Lin Che Wei, Eks Staf Khusus Menteri BUMN yang Jadi Tersangka Kasus Mafia CPO

Sabtu, 04 Juni 2022 – 15:02 WIB

Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati (Foto: Istimewa)

Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Kejaksaan Agung sebelumnya telah menetapkan Lin Che Wei alias Weibinanto Halimdjati sebagai tersangka kasus dugaan korupsi fasilitas ekspor minyak sawit atau crude palm oil (CPO).

Dikutip dari berbagai sumber, Lin Che Wei merupakan lulusan Universitas Trisakti yang mendapatkan gelar MBA dari University of Singapore. Ia pun memulai karir sebagai analis keuangan di beberapa perusahaan asing seperti Wi Carr, Deutche Bank Group dan Societe Generale.

Dari hasil analisnya berisikan data yang membongkar skandal di Bank Lippo pada 2003 yang dimuat di media nasional itu, sempat membuatnya dilaporkan ke pihak kepolisian atas tuduhan pencemaran nama baik.

Namun justru dirinya yang kemudian melaporkan balik pihak Bank Lippo. Atas analisisnya itu Che Wei kemudian mendapatkan penghargaan Tasrif Award dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Ia juga pernah menerima penghargaan Indonesian Best Analyst dari Asia Money Megazine dan The Most Popular award pada 2002 dan 2004.

Pada 2005 hingga 2007, Che Wei diangkat sebagai presiden direktur Danareksa, hingga kemudian membangun perusahaan riset sendiri yaitu Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI) yang berkantor di Jakarta Pusat.

Che Wei pun kemudian terjun ke dunia politik, yaitu pada 2003 saat debat presiden dalam pilpres 2004 dirinya menjadi panelis pasangan petahana saat itu SBY dan JK. Lalu pada tahun 2006, ia menjadi sekretaris tim perundingan antara pemerintah dan Exxon mobil dalam penyelesaian ladang minyak Cepu.

Ia pun kemudian dipercaya sebagai staf khusus menteri BUMN saat itu Sugiharto dan menko Perekonomian Aburizal Bakrie. Hingga berlanjut pada masa jabatan menteri Perekonomian Darmin Nasution dirinya diangkat sebagai policy advisor.

Selama menjadi staf Darmin, Che Wei diketahui terlibat dalam sejumlah kebijakan pembentukan BPD PKS dan pembentukan industri biodiesel berbasis kelapa sawit. Pada masa jabatan Airlangga Hartarto, ia dipercaya sebagai tim asistensi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

 

Diketahui, Lin Che Wei ditahan sebagai pihak swasta yang diperbantukan di Kementerian Perdagangan (Kemendag). Ia bersama Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrasari Wisnu Wardhana mengondisikan pemberian persetujuan ekspor (PE) ke beberapa perusahaan.

Che Wei saat ini ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat. Penahanan akan dilakukan selama 20 hari terhitung sejak 17 Mei 2022 sampai dengan 5 Juni 2022 untuk mempercepat proses penyelidikan.

Adapun perbuatan tersangka disangka melanggar Pasal 2 jo. Pasal 3 jo. Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.