IFBC Banner

Profil Hadi Tjahjanto, Eks Panglima TNI yang Disebut-sebut Bakal Gantikan Sofyan Djalil

Rabu, 15 Juni 2022 – 12:55 WIB

Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto

JAKARTA, REQnews - Nama mantan Panglima TNI Hadi Tjahjanto dikabarkan masuk ke dalam jajaran reshuffle kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggantikan Sofyan Djalil sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (Menteri ATR/Kepala BPN).

Dirangkum dari berbagai sumber, Hadi adalah anak seorang penjual rujak cingur yang menjadi perwira tinggi lulusan Akademi Angkatan Udara tahun 1986, yang kemudian menyelesaikan Sekolah Penerbang TNI AU pada 1987.

Pria kelahiran Malang, Jawa Timur, 8 November 1963 ini mengawali kariernya sebagai pilot pesawat TNI AU dan banyak bertugas di pangkalan udara militer. Ia pun pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Udara Republik Indonesia. Puncaknya, ia dipilih Presiden Jokowi sebagai Panglima TNI.

Hadi pada suatu moment ketika mendengar namanya dicalonkan menjadi kandidat KSAU bercerita, bahwa dirinya terlahir dari ayah seorang kopral sementara ibunya seorang penjual rujak cingur. "Bapak saya seorang kopral, ibu saya jualan rujak cingur. Kalau saya sudah seperti ini, ini sebuah kebanggaan," kata Hadi pada Jumat 13 Januari 2017 lalu.

Sejak di bangku sekolah, oleh teman-temannya Hadi dikenal sebagai anak yang cerdas. Ayahnya pasti bangga mempunyai anak seperti Hadi. Saking cerdasnya, Hadi kerap dijuluki 'otak setan' oleh teman sekolahnya.

Usai lulus dari Sekolah Penerbang TNI AU, Hadi mengawali kariernya sebagai pilot di Skuadron 4 yang bermarkas di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur. Ia bertugas membawa pesawat angkut ringan Cassa.

Seiring berkembangnya waktu, ia pun dipercaya sebagai Kepala Seksi Latihan hingga menjadi Komandan Flight Ops A Flightlat Skuadron Udara. Setelah itu ditarik sebagai perwira menengah di Dinas Administrasi dan Personel Angkatan Udara (Disminpersau).

Tak lama kemudian, ia diangkat sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo, Solo periode 2010. Setahun kemudian menjadi Direktur Operasi dan Latihan Basarnas dan resmi memperoleh pangkat marsekal pertama dengan bintang satu di pundaknya.

Nam Hadi mulai dikenal publik ketika dirinya ditarik ke Mabes TNI dan diangkat menjadi Kepala Dinas Penerangan TNI AU sebagai juru bicara. Pada 2015, dirinya kembali diminta memimpin teritorial Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh, Malang sebagai komandan.

Karir militernya pun semakin cemerlang, usai ia menjadi sekretaris militer presiden dan memperoleh bintang dua dengan pangkat marsekal muda. Ia pun kembali bertemu dengan Presiden Jokowi setelah sebelumnya sama-sama bertugas di Solo.

Saat itu, Hadi bertugas sebagai Komandan Lanud Adi Sumarmo dan Jokowi sebagai wali kota. Setahun menjabat di sekretaris militer presiden, Hadi dipindahkan ke Kemhan RI dan bintangnya pun bertambah tiga dengan pangkat marsekal madya.

Tak lama kemudian, pada awal tahun 2017, namanya kembali dipromosikan sebagai orang nomor satu di TNI AU. Presiden Jokowi memilih Hadi sebagai KSAU menggantikan Marsekal Agus Supriatna yang pensiun 28 Januari 2017 dan dilantik di Istana Presiden, Jakarta, 18 Januari 2017.

Dengan adanya kenaikan jabatan tersebut, bintang di pundak Hadi pun bertambah menjadi empat dengan pangkat marsekal TNI AU. Pada usia 54 tahun, tepatnya pada 8 Desember 2017 ia dilantik oleh Presiden Jokowi sebagai Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggantikan Gatot Nurmantyo.

Usai pensiun dari TNI pada November 2021 lalu, Marsekal Hadi pun dipercaya sebagai Komandan Lapangan persiapan Penyelenggaraan MotoGP Mandalika. Kini namanya pun disebut-sebut bakal berada di jajaran kabinet Presiden Jokowi sebagai Menteri ATR/BPN.