REQNews.com

Dewan Gereja Sedunia vs Erdogan dalam Polemik Hagia Sophia

Fokus

Monday, 13 July 2020 - 10:01

Hagia SophiaHagia Sophia

JAKARTA, REQnews - Keputusan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengubah Hagia Sophia dari museum bersejarah menjadi masjid mendapat penolakan keras dari publik internasional, terutama Dewan Masjid Sedunia.

Mengutip BBC, Minggu 12 Juli 2020, melalui sepucuk surat, dewan tersebut secara tegas meminta Erdogan membatalkan keputusannya karena dianggap telah menabur benih-benih perpecahan di dunia antar umat beragama.

Apalagi, mengingat Hagia Sophia merupakan situs warisan dunia yang diakui UNESCO sebagai lembaga berwenang. Hagia Sophia telah lama diresmikan menjadi musem, yakni sejak 1934, dan terbuka untuk semua agama, bukan hanya Islam.

Penolakan ini juga wajar, mengingat Hagia Sophia yang dibangun 1.500 tahun lalu awalnya adalah katedral untuk Kristen Ortodoks. Namun, setelah penaklukkan kesultanan Ottoman pada 1453 di bawah komando Mehmed II, bangunan ini beralih fungsi menjadi masjid.

Selanjutnya, fungsi Hagia Sophia dikonversi sehingga bertransformasi sebagai museum atas perintah Mustafa Kemal Ataturk, pendiri Turki modern yang sekuler. Sejak itu layanan keagamaan dilarang di tempat itu, tetapi umat Islam yang taat telah lama berkampanye agar ibadah diizinkan di Hagia Sophia.

"Dengan memutuskan mengubah Hagia Sophia kembali menjadi masjid, kau telah membalikkan tanda positif keterbukaan Turki dan mengubahnya menjadi tanda pengucilan dan perpecahan," tulis surat dari Dewan Gereja Sedunia.

Pada Jumat 10 Juli 2020 lalu, Erdogan telah resmi menjadikan Hagia Sophia kembali sebagai masjid dengan kedaulatannya yang mutlak atas segala apapun yang berdiri di atas tanah Turki.

Rencananya, doa perdana bagi umat Islam akan berlangsung di Hagia Sophia pada 24 Juli 2020 mendatang.

"Seperti semua masjid kami, pintu Hagia Sophia akan terbuka lebar untuk penduduk lokal dan asing, Muslim dan non-Muslim," kata Erdogan. 

Redaktur : Ryan Virgiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.