Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Setara Gambia, Haris Azhar: Menyedihkan!
JAKARTA, REQnews - Menanggapi pernyataan Menkopolhukam Mahfud MD tentang IPK (indeks persepsi korupsi) Indonesia yang setara dengan Gambia, Haris Azhar, praktisi hukum sekaligus Direktur Executive Lokataru Fondation angkat bicara.
Ia menyatakan bahwa kondisi ini sangat menyedihkan sekaligus 'wajar' melihat penurunan angka indeks korupsi Indonesia.
Menyedihkan, karena bukan sekedar memberikan citra buruk bagi Indonesia namun hal ini menunjukan bahwa berbagai pidato Presiden dan petinggi negara selama ini terkait program pembangunan bukan memperbaiki kondisi, akan tetapi justru menjadi ladang praktik korupsi, kolusi dan nepotisme.
Menyedihkan, karena masyarakat hanya menjadi penonton atas praktik korupsi tersebut. “Betul ada yang dihukum, akan tetapi tidak efektif atau bahkan bukan pelakunya yang dihukum, " ujar Haris kepada REQnews, Jumat 29 Januari 2021.
Lebih lanjut Haris Azhar mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi juga harus tahu bahwa selama ini ada sejumlah modus praktik pemidanaan terhadap korupsi, yaitu pertama, stunt-man. Ada yang ditangkap, ditindak dan dihukum akan tetapi yang dihukum hanya 1-2 orang saja (bahkan belum tentu bersalah), sekedar simbol belaka.
Sementara alur dan sistem kejahatannya tidak diungkap. Kedua, pelaku kejahatan korupsi lebih rapi mengelola kasusnya. Mulai dari aset yang diambil atau dicuri hingga penanganan perkaranya di jalur hukum.
Ketiga, ada indikasi penggunaan pasal korupsi yang diterapkan pada orang-orang yang tidak bersalah. Jadi pelaku sesungguhnya malah tidak tersentuh hukum, sedangkan yang memiliki prinsip jelas malah justru dituduh dan divonis sebagai pelaku tindak pidana korupsi.
“Dengan gambaran yang saya sebutkan tadi, maka kita bisa paham mengapa indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia terus memburuk. Sekarang semua ada di tangan Menkopolhukam untuk melakukan perbaikannya karena masyarakat sudah lama menunggu gebrakan kinerja beliau yang selama ini ternyata tidak sebesar yang diharapkan," ucap Haris.
Redaktur : Hastina
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
