Marak Perselingkuhan, Bolehkah Bercerai? Begini Hukum dan Tahapannya Kata Habib Jafar
JAKARTA, REQnews - Beberapa waktu belakangan kabar soal kasus perselingkuhan kian merebak dimana-mana. Tak hanya terjadi pada rumah tangga para artis tapi juga kalangan biasa.
Terkait ini, pendakwah kondang Habib Jafar pun menjelaskan tentang hukum bercerai dalam Islam dan juga ketika diselingkuhi oleh pasangan sah.
Diungkapkan Habib Jafar, selingkuh umumnya identik dengan kehadiran orang ketiga. Sementara bercerai dalam Islam mesti memperhatikan dan mempertimbangkan beberapa hal.
Dalam rumah tangga, kata Habib Jafar, ada tahapan yang mesti dilakukan sebelum memutuskan untuk bercerai, termasuk jika diselingkuhi.
Melansir dari kanal Youtube Armand Maulana, Rabu, 17 Mei 2023, menurut Habib Jafar ada sejumlah hal yang perlu dipahami tentang perceraian.
Ada hadits menyebutkan bahwa perceraian boleh dilakukan namun dibenci Allah. Namun, menurut Habib Jafar sebagian besar ulama menyebut hadits itu lemah.
Sebab, perceraian hukumnya bisa jadi wajib hingga haram. Menjadi wajib kalau dilanjutkan akan buruk bagi suami, istri, anak, salah satu atau ketiganya.
Menurut Habib, pernikahan itu adalah hal yang mulia bukan menyakiti, sehingga harus betul-betul dipertanggungjawabkan.
Menjadi haram, tidak ada alasan dan tiba-tiba saja mau ngajak cerai, tidak ada alasan yang jelas namun mau bercerai, sehingga hukumnya haram.
Menjadi mubah kalau, pasangan tidak pernah klik, tidak pernah mencintai, meski tidak ada ribut atau sudah diupayakan namun tidak membahagiakan bagi keduanya.
Sebab, salah satu tujuan menikah adalah sakinah, mendamaikan, membahagiakan atau menentaramkan, dan harus terus diupayakan sebaik mungkin.
"Dua orang baik bisa jadi tidak cocok, seperti air dan minyak sama-sama baik namun tidak pernah bersatu," kata Habib.
Sementara soal perselingkuhan, Habib Jafar mengatakan pernikahan adalah perjanjian yang agung. Tidak sebatas seseorang dengan petugas KUA, namun perjajian ini adalah dengan Allah.
Dalam hubungan rumah tangga harus ada yang ketiga, namun bukan selingkuhan, tetapi Allah SWT. Habib menggambarkan jika hal itu seperti sebuah segitiga, dimana sudut paling atas adalah Allah.
Suami dan istri ada di posisi paling bawah, sehingga semakin dekat dengan Allah pastinya suami istri akan semakin dekat.
Sehingga, hendaknya tidak mendekati zina, mendekati saja tidak boleh apalagi berzina. Karena itu, peluang berzina harus ditutup rapat-rapat.
Nah, jika ada perselingkuhan tahap yang pertama, nasehati tentang salah dan buruk dan bahaya perselingkuhan. Jika sudah dinasehati termasuk oleh orang yang dihormati, tetapi masih juga berselingkuh, maka mulai pisah ranjang atau tidak boleh tidur bareng.
Jika tetap juga dilakukan, maka pasangan harus menyampaikan keberatan secara tegas, namun bukan dengan tindak kekerasan. Kemudian, jika tidak ada cara lain lagi, barulah solusi terakhir yang dilakukan adalah perceraian.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.