REQNews.com

Sensasi Kuliner Khas Morotai yang Aduhai

Leisure

Sabtu, 19 September 2020 - 21:30

Gohu IkanGohu Ikan

JAKARTA, REQnews - Jika berwisata ke Pulau Morotai Anda juga harus mencoba kulinernya. Ada beberapa makanan khas Pulau yang terletak di utara Pulau Halmahera, Provinsi Maluku Utara ini yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun internasional.

Nyaris semua orang kenal akan sashimi, makanan dari ikan yang dimakan mentah ala Jepang. Tetapi barangkali tidak banyak yang tahu, Ternate pun punya sashiminya sendiri. Namanya Gohu Ikan. Harus disebutkan lengkap dengan kata ikannya. Pasalnya, ada juga Gohu yang artinya asinan papaya muda, yang juga tak kalah terkenalnya di sana.

Gohu Ikan khas Ternate dibuat dari ikan tuna atau cakalang mentah. Masyarakat setempat umumnya memasak Gohu Ikan dari cakalang yang dipotong seukuran dadu. Potongan ikan dicuci bersih, kemudian dilumuri garam dan perasan lemon cui (semacam jeruk nipis berukuran kecil yang bagian dalamnya berwarna kuning-jingga), dan dicampur daun balakama (kemangi) agar berbau harum.

Sementara ikan didiamkan sebentar, pembuat Gohu Ikan akan menumis rajangan bawang merah dan cabai dengan sedikit minyak kelapa. Minyak kelapa panas dengan rajangan bawang merah dan cabe rawit ini yang kemudian dituangkan ke potongan ikan cakalang mentah. Setelah diaduk sebentar dengan minyak dan rajangan panas itu, potongan cakalang yang semula berwarna merah segar agar berubah memutih. Rasanya asam, pedas dan segar, jauh lebih nikmat dibanding sashimi.

Gohu Ikan biasa dimakan sebagai lauk pendamping nasi atau pupeda (papeda di Maluku dan Papua), yakni sagu encer yang lebih mirip lem kanji. Agar tak lengket, pupeda umumnya disantap dengan kuah soru bening dan bercita rasa asam – pedas. Rasanya nikmat, dengan aroma ikan hangus dari ikan asap yang menjadi campuran pentingnya.

Selain Gohu Ikan, ada juga Popeda. Salah satu makanan khas Maluku yang juga terdapat di Pulau Morotai ini terbuat dari pohon Sagu dan bisa juga dibuat dari singkong yang diparut atau dari tepung tapioka yang bisa didapat di toko-toko terdekat. Popeda harus disantap dengan kuah, dan biasanya dari kuah ikan agar tidak melekat. Popeda lebih nikmat disantap dengan pisang, kelapa, dan sambal kacang. Di wilayah Morotai, khususnya Desa Daeo, makan Popeda sering diistilakan dengan kata “tekedubu” (bahasa galela) yang artinya berkelahi dengan Popeda.

Nah, untuk kuliner yang satu ini rasanya manis. Namanya Kue Waji, adalah kue yang terbuat dari beras dan gula merah. Diberi nama “waji” karena irisan atau potongan khas kue ini berbentuk waji. Kue Waji menjadi kue khas Morotai, karena kue ini sering ada dalam setiap hajatan-hajatan besar misalnya perkawinan. Pembuatan kue ini pun praktis dan hemat, karena hanya menggunakan beras dan gula merah. Selain itu kue ini juga sering menjadi bawaan orang-orang yang datang saat acara perkawinan dan juga acara tahlilan.

Kue Halua Kacang. Seperti halnya kue Waji, Kue Halua Kacang juga dijadikan sebagai bawaan untuk orang-orang yang datang saat acara perkawinan dan juga acara tahlilan. Kue ini terbuat dari kacang dan gula merah. Biasanya dicampur dengan singkong goreng yang dicincang-cincang untuk menghemat pemakaian kacang.

Ada juga Nasi Jaha, adalah jenis makanan yang terbuat dari beras dengan santan kelapa yang dimasak dalam bambu dengan cara dibakar. Umumnya disemua daerah yang ada di Maluku juga mengenal makanan ini. Di daerah Pulau Morotai, Nasi Jaha dibuat biasanya pada Hari Raya Idhul Fitri dan Hari Raya Idhul Adha. Makanan yang menjadi favorit orang Maluku Utara ini paling nikmat disantap dengan teh saat sarapan.

Redaktur :

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.