REQNews.com

Kucing Kucing di Museum St Petersburg Turun Temurun Menjaga 3 Juta Karya Seni

Leisure

Selasa, 08 Desember 2020 - 13:23

Seorang pria memanggang daging kucing (Foto:Istimewa)Salah satu kucing penghuni Museum Hermitage St Petersburg. Foto: rbth.com

St Peterburg, REQNews.com -- Jika berkunjung ke St Petersburg, Rusia, sempatkan menyambangi Museum Hermitage, sapa kucing-kucing yang berkeliaran, dan beri sedikit makanan.

Jika bisa bercerita, kucing-kucing itu pasti akan mengatakan; "Kami keturunan kesekian dari kucing pertama yang ditugaskan menjaga museum ini."

Ada 50 kucing di museum di Museum Hermitage, yang membuat seorang wartawan mengatakan; "Ini bukan museum tapi mewseum."

Sejak zaman Ratu Elizabeth, memerintah Inggris 1741-1761, tempat itu telah menjadi rumah bagi puluhan ekor kucing. Saat itu bangunan itu masih menjadi istana musim dingin, dengan banyak karya seni dan artefak.

Kantor berita RIA Novosti melaporkan tahun 1764 Tsarina Chaterine The Great mendirikan museum, dan menempatkan lebih banyak kucing sebagai penjaga. Jumlahnya sekitar 50 ekor kucing.

Tugas utama kucing-kucing itu adalah mencegah hewan pengerat yang berpotensi merusak artefak. Kucing-kucing beranak-pinak di tempat itu tanpa ada yang mengganggu, tapi jumlahnya tetap 50 ekor.

Kini, kucing-kucing itu dirawat relawan dan staf museum. Dermawan akan selalu datang memberi sumbangan, dan pengunjung menyisihkan sedikit uang, untuk kucing-kucing itu.

Relawan dan staf museum mengelola dana dari dermawan untuk menggaji dokter hewan, dan petugas cuci. Ada beberapa mesin cuci untuk membersihkan perangkat makan dan tidur kucing-kucing itu.

Mikhail Piotrovsky, direktur jenderal museum, mengatakan seorang filantrofi Prancis sempat menengok kucing-kucing yang menjaga artefak dan karya seni di sekujur museum.

"Saat kembali ke Paris, filantrofi itu menulis surat wasiat yang isinya mendonasikan sebagian hartanya untuk kucing-kucing itu," kata Piotrovsky kepada wartawan.

Piotrovsky tidak menyebut nama filantrofi itu. Ia hanya mengatakan dana dari sang filantrofi akan digunakan untuk memperbaiki ruang bawah tanah museum, yang menjadi tempat tinggal kucing-kucing.

Almarhum Vladimir Fortov, mantan presiden Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, adalah teman setia kucing-kucing itu. "Kucing-kucing mengenalnya. Setiap kali Fortov datang, kucing-kucing mengelilingi minta disentuh," kata Piotrovsky.

Sebelum meninggal, Fortov secara rutin datang ke museum dan pergi dengan meninggalkan uang untuk hewan-hewan itu.

Tahun ini, lebih 800 orang mengirim gambar dan foto kucing untuk Museum DAy of the Hermitage Cat.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.