REQNews.com

Candi Sukuh, Hamparan Arca yang Menonjolkan Sisi Seksualitas

Leisure

Minggu, 17 Januari 2021 - 16:32

Candi Sukuh (Foto: Isitmewa)Candi Sukuh (Foto: Isitmewa)

JAKARTA, REQnews- Indonesia mempunyai banyak Arca yang begitu indah, salah satunya hamparan Arca erotis Candi Sukuh yang terletak di komplek Hindu, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. 

Pada 1815, Jenderal Johnson menjelajah Karanganyar, Jawa Tengah, dan menemukan Candi Sukuh dengan arca-arcanya yang menonjolkan sisi seksualitas, memperlihatkan alat vital manusia begitu jelas.

Kala itu, Jhonson menjalankan misi dari Gubernur Letnan Hindia-Belanda, Thomas Stamford Raffles. Berdasarkan catatan Perpustakaan Nasional, penelitian VanderVlis dilaporkan dalam buku yang ia tulis, ProveEenerBeschrijten opSoekoeh enTjeto. Sejak itu, muncul berbagai tafsiran mengenai makna situs Candi Sukuh.

Salah satu tafsirannya adalah Candi Sukuh merupakan candi pertapa yang erat dengan tokoh Bhima sebagai penghubung manusia dengan Dewa Siwa dalam ajaran agama Hindu.

Penelitiian Hoepermans pada 1864-1867 melaporkannya dalam buku Hindoe Oudheiden van Java. Ada inventarisasi dari Verbeek pada 1889 dan penelitian kembali oleh Knebel dan WF. Stutterheim pada 1910. Dari berbagai penelitian tersebut, para ahli menduga candi itu dibangun untuk ruwat, ritual tolak bala atau menangkal hal-hal buruk.

Candi Sukuh diperkirakan dibangun pada masa Kerajaan Majapahit saat pemerintahan Ratu Suhita (1429-1446). Candi ini berada di dataran tinggi dengan ketinggian 910 mdpl, tepatnya bagian lereng sisi barat Gunung Lawu.

Bila dibandingkan dengan candi-candi berlatar Hindulaindi lainnya, arsitektur Candi Sukuh bisa dikatakan menyimpang. CandiSukuh yang berbentuk punden berundak lebih mirip piramida Suku Maya yang biasa digunakan sebagai tempat pemujaan. Tak hanya itu, yang mencolok dari candi tersebut adalah terdapat unsur lingga (phallus) atau alat kelamin laki-laki dan yoni (vulva) atau alat kelamin perempuan.

Penampakan lingga (organ maskulin) dan yoni (organ feminin) terhampar sepanjang sudut Candi Sukuh. Ada pula arca berbentuk manusia yang sedang memegang penis berukuran besar dan tidak proporsional dengan ukuran tubuh. Kemudian ada arca berbentuk alat kelamin lelaki dengan empat aksesoris berbentuk bulat dekat kepala penis.

Candi Sukuh dan candi-candi lain tidak serta merta sebagai hal yang porno. Simbol ini dianggap sakral dan penting oleh masyarakat tradisional.

Dalam jurnal berjudul Makna dan Fungsi Simbol Seks dalam Ritus Kesuburan Masa Majapahit karya M. DwiCahyo di situs Ristekdikti.go.id, dijelaskan simbol seks lebih sering dihubungkan dengan sekte Saiwa ketimang aliran lain dalam agama Hindu mau pun Budha.

Simbol seks biasa terdapat pada sejumlah arca dan relief yang menampilkan Bhima, seperti relief Sudamala di Candi Sukuh. Penjelasan dalam jurnal ini selaras dengan tafsiran usai penelitian Van der Vlis, bahwa Candi Sukuh adalah pertapaan yang dekat dengan Bhima.

Seksual bukan sekadar relasi untuk kepuasan dan rekreasi, tetapi melahirkan generasi baru dengan harapan yang lebih baik. Justru masyarakat modern yang kemudian banyak melihat seksual sebagai relasi untuk rekreasi dan kenikmatan semata. Di situlah muncul porno, padahal sebenarnya lingga-yoni sangat filosofis.

Redaktur : Rani

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.