REQNews.com

Kerangka Manusia Purba Tipe Baru Ditemukan di Gua Kelelawar Sulawesi Selatan

Leisure

Monday, 30 August 2021 - 19:14

Foto: Daily MailFoto: Daily Mail

Makassar, REQNews.com -- Tim peneliti internasional menemukan kerangka manusia berusia 7.200 tahun di Gua Kelelawar di Sulawesi Selatan, yang diidentifikasi sebagai manusia purba tipe baru dari kelompok Toaleans.

Daily Mail memberitakan tim mengisolasi DNA homo sapien purba di gua Leang Panninge, atau Gua Kelelawar. Kerangka itu diketahui seorang wanita muda dari kelompok Toaleans yang lenyap 1.500 tahun lalu.

Besse, nama kerangka itu, adalah kerangka pertama yang diketahui dari budaya mencari makan awal yang disebut Toaleans -- pelaut pemburu dan pengumpul yang tinggal di Sulawesi Selatan 8.000 hingga 1.500 tahun lalu.

Kerangka terkubur dalam posisi janin, dngan sebagian tubuh tertutup bebatuan. Usia Besse saat meninggal diperkirakan antara 17 sampai 18 tahun.

Alat-alat batu dan oker merah, batu kaya besi yang digunakan membuat pigmen, ditemukan di kuburannya, bersama tulang-belulang bintang buas yang diburu.

Besse, menurut para ahli, adalah fosil genetik langka. Ia berbagi setengah susunan genetik dengan penduduk asli Australia saat ini, dan orang-orang New Guinea serta pulau-pulau Pasifik Barat.

Susunan genetik itu termasuk DNA yang diwarisi spesies manusia yang sekarang punah, yaitu Denisovans -- sepupu Neaderthal yang fosilnya ditemukan di Siberia dan Tibet.

Masih belum jelas apa yang terjadi dengan budaya Toalean dan masyarakatnya.

Para arkeolog menggunakan nama Besse, sebutan pada kebiasaan keluarga kerajaan di Sulawesi untuk putri yang baru lahir dan belum memiliki nama resmi.

Selina Carhoff, kandidat doktor di Institut Max Planck untuk Ilmu Sejarah Manusia dan penulis studi penemuan Besse, mengisolasi DNA dari tulang tengkorak yang membatu.

"Ini adalah tantangan besar, karena kerangka telah terdegradasi oleh iklim tropis," katanya.

Melalui penanggalan radiokarbon, tim menentukan usia Besse, yaitu antara 7.300 sampai 7.200 tahun. Budaya Toalean, tempat Besse menjadi bagiannya, hanya ditemukan di daerah relatif kecil di semenanjung selatan Sulawesi.

Sulawesi, pulau terbesar kesebelas di dunia, adalah bagian dari zona transisi grografis yang disebut Wallacea dan merupakan salah satu Kepulauan Wallace.

Studi baru, diterbitkan dalam edisi Nature, menandai kali pertama DNA manusia purba dilaporkan dari Wallacea. Besse juga merupakan kerangka pertama yang relatif lengkap, yang ditemukan di samping artefak Toalean.

"Toalean adalah pemburu-pengumpul awal yang hidup terpencil di hutan Sulawesi Selatan sekitar 8.000 sampai 1.500 tahun lalu," kata pemimpin studi Profesor Adam Brumm dari Universitas Griffith, Quensland, Australia.

"Mereka berburu babi hutan, dan mengumpulkan kerang yang dapat dimakan dari sungai," lanjut Prof Brumm.

Di antara benda-benda yang diproduksi orang budaya Toalean adalah panah batu yang dikenal sebagai titik Maros. Artefak Toalean hanya ditemukan di bagian kecil Sulawesi, yang mencakup enam persen dari luas populasi daratan pulau itu.

"Artinya, budaya masa lalu ini memiliki kontak terbatas dengan komunitas lain di Sulawesi, atau orang-orang dari pulau terdekat, yang selama ribuan tahun dalam isolasi," kata Adhi Agus Oktaviana, peneliti di Pusat Penelitian Arkeologi Nasiona, Badan Arkeologi Nasional Indonesia.


Keturunan Petani Neolitik

Belum jelas apa yang terjadi dengan budaya Toalean, dan masyarakatnya. Orang-orang yang tinggal di Sulawesi saat ini sebagian besar adalah keturunan petani Neolitik (Austronesia) yang tiba di wilayah itu dari Taiwan sekitar 3.500 tahun lalu.

Namun, ilmuwan mencatat bahwa pengambilan sampel genom yang lebih luas dari populasi beragam Sulawesi dapat mengungkap bukti warisan genetik Toalean.

"Penemuan Besse dan implikasi keturunan genetiknya menunjukan betapa sedikit pemahaman kita tentang kisah manusia purba di wilayah kita, dan masih banyak yang tersisa untuk diungkap," kata Prof Brumm.

Seperti genom penduduk asli New Guinea dan Australia, genom Besse mengandung jejak DNA Denisovan.

Denisovan adalah kelompok manusia purba yang telah punah, dan jejaknya ditemukan di Siberia dan Tibet. Fakta bahwa gen mereka ditemukan pada tulang belulang Besse mendukung hipotesis bahwa Denisovan menempati wilayah geografis lebih besar.

Ada kemungkinan Denisovan dan manusia modern pertama, atau nenek moyang penduduk asli Australia dan Papua, dibiakan di Wallacea.

Nenek moyang mereka kemungkinan memasuki Wallacea sektiar 65 ribu tahun lalu, setelah menyebar dari Eurasia menuju Oseania. Kepulauan Wallace adalah batu loncatan dalam perjalanan ini, sebelum mereka mencapai Oseania sekitar 50 ribu tahun lalu.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.