REQNews.com

Soal Misteri Patung Yesus di Dalam Kabah, Ini Kata Ustaz Adi Hidayat

Leisure

Monday, 20 December 2021 - 02:02

Kabah (foto:Istimewa)Kabah di Mekkah (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Ustaz Adi Hidayat menanggapi terkait dengan beredarnya informasi jika di dalam Kabah terdapat gambar dan patung Nabi Isa atau Yesus yang digendong oleh ibunya, yaitu Maryam. Bahkan dikatakan dalam informasi yang beredar bahwa Nabi Muhammad memerintahkan untuk tidak menghapusnya.

Melalui kanal YouTubnya, Ustaz Adi Hidayat menyebut bahwa kala itu di zaman Nabi Nuh, banjir besar menerjang Kabah dan merusakkan bagian atapnya. Di mana bencana tersebut memusnahkan sebagian besar generasi Nabi Nuh.

Ustaz Adi pun mengingatkan bahwa Kabah sudah ada sejak Nabi Adam diturunkan, sebagaimana dalam Quran Surah Ali-Imran ayat 96. "Sungguh rumah pertama yang dibangunkan untuk manusia, untuk menjadi kiblat bagi manusia. Jadi itu sudah ada sebagai kiblat manusia, bukan menyembah Kabah," kata Ustaz Adi dikutip pada Minggu 19 Desember 2021.

Kemudian generasi Nabi Nuh yang tersisa menyebar ke seluruh penjuru hingga Mesopotamia, Irak. Peradaban kuno, namun kerajaan yang dipimpin oleh Raja Namrud itu sudah maju. Di sana pun tersebar penyembahan patung, bahkan kreasinya lebih kreatif. Begitu sampai ke masa di Mespotamia, Nabi Ibrahim diturunkan.

Diketahui saat Nabi Ibrahim masih belia, ia menghancurkan patung-patung hingga akhirnya mendapat hukuman dibakar dan kemudian diselamatkan Allah dengan membuat api itu menjadi dingin.

Nabi Ibrahim kemudian memiliki seorang anak dari Siti Hajar yaitu Nabi Ismail. Adi Hidayat pun mengatakan terdapat dua sisi menarik. Saat itu, Nabi Ibrahim bersama Ismail mendapatkan tugas dari Allah untuk meninggikan kembali pondasi Kabah yang hancur saat banjir besar.

Namun pada lain sisi, tempat yang ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim yaitu Mesopotamia, merupakan daerah dari para pembuat patung. Selanjutnya, ketika keduanya meninggikan bangunan Kabah, mereka pun berdoa agar Allah menurunkan Rasul terakhir, penutup para nabi dekat Kabah.

Adi mengebut bahwa generasi pun berlanjut hingga Nabi Sulaiman, namun kala itu ternyata masih ada para penyembah patung. Sulaiman pun akhirnya membuat patung-patung yang tidak berbentuk manusia atau singkatnya makhluk berjalan.

Seperti bentuk pohon, bangunan tinggi, yang diperbolehkan dalam Islam, untuk menghiasi istananya seperti diabadikan dalam surat Saba. "Jadi ini mengesankan bahwa ini loh yang diperkenankan ini seperti ini, bukan dalam konteks untuk disembah oleh manusia," kata Ustaz Adi.

Pada masa pertengahan antara zaman Nabi Ismail di Mekkah menuju masa Nabi Muhammad SAW. Terdapat waktu ribuan tahun yang menjaraki keduanya, dan saat itu di sekitar Kabah muncul para penyembah patung.

Mulanya, ia adalah Amr bin Luhay, seorang dermawan yang gemar berderma, bersedekah, pebisnis, tetapi dia awam dalam agama yang melakukan perantauan ke negeri Yaman, ke Syam.

Di sana ternyata terdapat banyak patung, sedangkan pemahamannya adalah tanah Syam merupakan tanah para nabi. "Karena dia awam dari segi agama, dia tafsirkan karena ini negerinya para nabi boleh jadi ini yang dimaksudkan tuhan-tuhan ini," lanjutnya.

Otak bisnis Amr bin Luhay pun berjalan, pada akhirnya ia membawa patung-patung tersebut ke Mekkah untuk diinfokan ke warga sekaligus dijual. Karena Amr bin Luhay mengabarkan bahwa di negeri para nabi ternyata tuhan mereka dalam bentuk patung.

Selain itu, agar para warga Syam semakin banyak mendatangi Mekkah karena patung-patung itu juga ada di sana. Warga Mekkah yang melihat sosok Amr bin Luhay sebagai pribadi yang baik dan suka sedekah maka mereka percaya saja, karena sama-sama awam.

Ustaz Adi mengingatkan bahwa jarak dari Nabi Ismail ke Nabi Muhammad adalah 29 generasi, hingga memperlihatkan bagaimana pengaruh yang terjadi dalam tahun-tahun yang dilewati.

Patung-patung itu kemudian menjadi populer di Mekkah, bahkan banyak jenis patung lain yang datang dan diletakkan dekat Kabah. "Maka setiap daerah tuh punya patungnya sendiri, ikonnya. Jadi setiap kabilah lucunya diletakan patung di Kabah," kata dia.

Tetapi, patung-patung tersebut kemudian dikeluarkan atas perintah Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Fathu Mekkah. Bahkan menurutnya, ketika itu Rasulullah hanya menengok saja tidak ingin memasuki bagian dalam Kabah karena terdapat patung di dalamnya.

Menurutnya, patung-patung tersebut merupakan tanda dari kekuasaan masing-masing kabilah, ada yang tertinggi dikumpulkan mereka dan dimasukkan dalam Kabah. "Ini asal mulanya Kabah berisi patung sampai kemudian periode kelahiran Nabi Muhammad. Termasuk patungnya Isa dan Maryam, itu ada di Al Bukhari (hadis riwayat)," ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.