Berkaca dari Kasus Viral di Tasikmalaya, Sebenarnya Amankah Newborn Photography Bagi Bayi? Begini Kata Ahli
JAKARTA, REQnews - Kasus meninggalnya bayi prematur di Tasikmalaya tengah menyita perhatian publik. Bayi seberat 1,5 kg tersebut diduga meninggal lantaran dijadikan bahan konten newborn photography oleh pihak Klinik Alifa, tempat si bayi dilahirkan.
Yang mengejutkan, sesi newborn photography dilakukan pada si bayi tanpa izin atau sepengetahuan keluarganya. Padahal bayi yang lahir prematur tersebut seharusnya langsung mendapatkan penanganan khusus seperti dimasukkan ke dalam inkubator.
Kasus viral ini pun menuai tanggapan dari para netizen. Banyak netizen menyesalkan kelalaian dari pihak Klinik Alifa dalam menangani bayi prematur tersebut hingga menyebabkan nyawanya melayang.
Salah satu akun milik usaha jasa newborn photography ternama di Jakarta @pattapics juga turut mengomentari kasus ini.
"Pertama-tama as newborn photographer, turut berduka cita. Kok sedih. That's why untuk siapapun yang ingin memfoto bayi pastikan sesuai SOP," ungkap akun tersebut, dikutip Selasa, 21 November 2023.
Dijelaskannya, ada teknik dan cara khusus dalam penanganan foto. Apalagi foto dengan pose potato sack, tak boleh sembarangan.
"Walau diklaim aman, kalo teknis salah juga zonk. Ini harus belajar dulu ga cuma sembarangan," terangnya.
Akun itu menambahkan, penanganan foto untuk bayi prematur pun berbeda. Sebaiknya, kata dia, photoshoot ditunda sampai kondisi bayi tersebut sudah benar-benar aman dan sehat.
"Biasanya kita fotoin bayi premature di atas sebulan, masih ok kok. Daripada dipaksain baru beberapa hari. Ini nyawa loh, jangann dipermainkan," kata dia.
"Please semua yang mau foto Newborn, harus tau do and don't dulu, belajar dulu, baru action. Untuk pihak RS juga sebaiknya sortir mana yang boleh dan tidak boleh difoto, wajib untuk persetujuan orang tua. Semoga kejadian ini tdk terulang lagi, dimanapun," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.