REQNews.com

Myanmar Sibuk Perang, Pelestari Hewan Dikejar Waktu Selamatkan Rusa Emas

Leisure

Sabtu, 23 Maret 2024 - 00:47

Foto: www.nina.noFoto: www.nina.no

Yangon, REQNews.com -- Pemerintah junta militer Myanmar masih sibuk menghadapi perlawanan tentara etnis di sekujur negeri, tapi Suaka Margasatwa Shwesettaw punya kesibukan sendiri, yaitu mencegah kepunahan rusa emas.

U Aung San, kepala Suaka Margasatwa Shwesettaw, mengatakan rusa emas adalah hewan dilindungi dan terdaftar sebagai kategori langka. Tanpa upaya pelestarian yang tepat, binatang eksotis ini berisiko punah.

"Tahun 2020, jumlah rusa emas di Suaka Margasatwa Shwesettaw 1.106 ekor," kata U Aung San kepada kantor berita Xinhua. "Jumlah rusa emas menyusut menjadi 1.386 ekor tahun 2021, dan anjolk tinggal 559 ekor pada tahun 2023."

Suaka Margasatwa Shwesettaw terletak di wilayah Magway, dan merupakan padang rumput bagi rusa emas. Hewan lain di suaka margasatwa ini, yang juga dilindungi, adalah kura-kura, anjing liar, sambur, burung merak, muntjac, dan babi hutam.


Apa Itu Rusa Emas?

Nama latinnya Rucervus eldii, tapi populer dengan sebutan thamin, rusa emas, dan rusa Eld. Spesies ini berasal dari India bagian timur, dan menyebar di Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, Vietnam, dan sebagian Tiongkok.

Di hampir semua sebarannya, rusa emas terancam punah. Di India, rusa emas bertahan di satu areal rawa. Populasi yang terus menipis terdapat di Laos dan Kamboja. Di Tiongkok, rusa emas bertahan di sebuah pulau.

Di Myanmar, populasi rusa emas relatif besar. Namun, tekanan manusia terhadap suaka margasatwa luar biasa tinggi, dengan pembukaan hutan secara ilegal, perburuan liar, produksi arang, penangkapan ikan dengan listrik, dan penebangan liar.

Redaktur : Teguh Setiawan

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.