Misteri Buku Sir Arthur Conan Doyle, Kembali ke Perpustakaan Setelah Terlambat 85 Tahun
Helsinki, REQNews.com -- Ini misteri yang mungkin tak bisa dipecahkan detektif legendaris Sherlock Holmes. Satu buku karya Sir Arthur Conan Doyle secara misterius kembali ke perpusatkaan di Finlandia setelah terlambat 85 tahun.
Pakolaiset, novel petualangan sejarah berlatar istana Raja Louis XIV dari Prancis, ditulis 1893 -- setahun setelah The Adventures of Sherlock Holmes (1892). Aslinya, novel itu berjudul The Refugees, atau Para Pengungsi, yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Finland menjadi Pakolaiset.
Novel itu dipinjam seseorang dan harus dikembalikan pada 26 Desember 1939. Pihak perpustakaan telah lupa seseorang tidak mengmbalikan novel itu.
Pada 27 Mei lalu, petugas Perpustakaan Pusat Oodi Helsinki dibuat terkejut ketika novel itu muncul di hadapan mereka. Belum jelas siapa yang membawa novel itu kembali ke perpustakaan. Emma-Lotta Tynkkynen, juru bicara perpustakaan, mengakan senang sekali mendapatkan kembali novel itu.
Seperti Sherlock Holmes, Tynkkynen membuat daftar serangkaian petunjuk yang mungkin akan diketahui detektif lain. "Buku ini dalam kondisi sangat bagus," kata Tynkkynen. "Ikatannya utuh dan tidak ada noda besar. Kondisinya masih dapat dibaca."
Ini bukan keanehan pertama di Finlandia. Tahun 2015, Perpustakaan Pukinmark di Helsinki menerima buku Sherlock Holmes yang sudah lewat masa berlakunya 87 tahun.
Setahun kemudian, sebuah buku yang sudah terlambat dikembalikan selama 80 tahun diserahkan ke Perpustakaan Kota di Laihia, sebelah barat Finlandia.
Redaktur : Teguh Setiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.