Universitas Bakrie dan Yayasan Buddha Tzu Chi Berkolaborasi untuk Mendukung Cita-Cita Anak Bangsa Melalui Ekspresi 2025
Jakarta, REQnews - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie, melalui mata kuliah CSR dan Relasi Komunitas, bekerja sama dengan Yayasan Buddha Tzu Chi meluncurkan program tanggung jawab sosial (CSR) yang bertajuk “Ekspresi 2025” dengan tema “Langkah Awal Wujudkan Cita”.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan public speaking dan menulis siswa kelas 4-6 di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Nurul Islam, Kampung Kamal Muara. Kegiatan ini berlangsung pada 18 dan 24 Januari 2025.

Berdasarkan data Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS), Indonesia berada di peringkat 45 dari 48 negara terkait kemampuan literasi siswa kelas IV. Hal ini menunjukkan tingkat literasi yang masih rendah. Selain itu, riset Indonesia National Assessment Program (INAP) juga menunjukkan bahwa 46,83% siswa Indonesia memiliki kemampuan membaca yang kurang memadai.
Penelitian oleh R. Fitri dan rekan pada 2020, “Hubungan Antara Konsep Diri dan Kecerdasan Linguistik dengan Kepercayaan Diri Siswa Kelas V”, menunjukkan bahwa kecerdasan linguistik memengaruhi kepercayaan diri hingga 23,3%. Kepercayaan diri ini penting untuk mendorong siswa menyampaikan gagasan secara lisan atau public speaking. Oleh karena itu, program Ekspresi dirancang untuk membantu siswa sekolah dasar mengembangkan rasa percaya diri serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan literasi mereka.
Oleh karena itu, Ekspresi 2025 merupakan bentuk nyata kontribusi Universitas Bakrie dan Yayasan Buddha Tzu Chi dalam mendukung pendidikan dan keterampilan komunikasi anak-anak melalui program CSR. Program ini bertujuan mengatasi tantangan seperti kurang percaya diri dan rendahnya minat menulis, yang sering dialami siswa sekolah dasar, khususnya di MI Nurul Islam.
“Selain meningkatkan kemampuan komunikasi, Ekspresi 2025 juga bertujuan menanamkan nilai kolaborasi, kreativitas, dan keberanian. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu siswa membangun pola pikir kritis dan kemampuan berpikir terstruktur untuk pengembangan diri mereka di masa depan,” jelas Mirana Hanathasia, S.Sos., MMediaPrac., dosen pengampu mata kuliah CSR dan Relasi Komunitas.
Selama dua hari, siswa MI Nurul Islam akan mengikuti berbagai kegiatan interaktif, seperti pelatihan berbicara di depan umum melalui pertunjukan boneka (puppet show), yang dirancang untuk membangun kepercayaan diri siswa. Dan juga pembuatan narasi dari gambar imajinatif yang mereka ciptakan sendiri, yang bertujuan melatih kemampuan berpikir kreatif dan menulis.

Mahasiswa Universitas Bakrie berperan sebagai mentor yang mendampingi siswa dengan memberikan tips, motivasi, dan memastikan setiap siswa dapat mempresentasikan karya mereka dengan percaya diri.
“Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie kepada masyarakat. Kami ingin berbagi ilmu yang kami pelajari di kelas kepada adik-adik di sini,” ujar Mateos Alexander Huwae, Ketua Pelaksana Ekspresi 2025.
Ekspresi 2025 diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi pengembangan keterampilan siswa MI Nurul Islam di Kampung Kamal Muara. Program ini menjadi langkah awal untuk menciptakan generasi muda yang percaya diri, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, Universitas Bakrie dan Yayasan Buddha Tzu Chi berharap program ini dapat menginspirasi berbagai pihak untuk terus mendukung pendidikan dan pemberdayaan generasi muda Indonesia.
Redaktur : Alifani
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
