Kado Ultah Ke-74 untuk Garuda Indonesia, Mengenang Kecelakaan Maut GA 152 Tahun 1997
JAKARTA, REQnews - Garuda Indonesia tengah merayakan hari jadi atau hari ulang tahun ke-74 pada 26 Januari 2023 ini.
Sebagai maskapai pelat merah andalan negara, penerbangan Garuda Indonesia sepanjang sejarah bukan berarti mulus-mulus saja tanpa ada tragedi.
Pesawat Garuda juga mengalami beberapa kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa. Tentu saja yang terburuk adalah kecelakaan pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 152 tahun 1997 silam. Berikut kisahnya.
Tragedi GA 152 di Sibolangit
Jumat 26 September 1997, menjadi hari penuh duka bagi bangsa Indonesia. Pesawat Garuda jenis Airbus A300-B4 dengan nomor penerbangan GA 152 jurusan Jakarta-Medan mengalami kecelakaan di wilayah udara Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara.
Padahal, pesawat itu hendak mendarat di Bandara Polinia Medan. Namun, sebelum melakukan pendaratan, GA 152 menabrak tebing dengan sudut yang nyaris 90 derajat.
Laporan menunjukkan, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, dengan lokasi sekitar 32 km dari Bandara Polonia.
Badan pesawat hancur, patah hingga terbakar. Jumlah penumpang 222 orang dan 12 awak pesawat, dengan total 234 orang semuanya tewas.
Di antara para penumpang, terdapat warga asing, yakni dua dari Inggris, enam Malaysia, satu Prancis, empat Jerman, dua Amerika Serikat, dan dua lagi dari Kanada.
Banyak jasad yang tak dikenali identitasnya. Bahkan, 48 mayat ditemukan dalam keadaan hangus sehingga petugas kesulitan melakukan identifikasi.
Jenazah korban yang tak dikenali, kemudian di makamkan di Monumen Membrano, Medan, tempat pemakaman yang sama dengam 61 korban tragedi Fokker F28 Garuda Indonesia tahun 1979.
Sebelihnya, yakni 186 mayat telah diidentifikasi dan di kembalikan ke keluarga mereka untuk dimakamkan pribadi.
Penyebab kecelakaan ini diuga karena pandangan pilot Rachmo Wiyoga dan kopilot Sutomo terganggu asap tebal yang tengah menyelimuti wilayah tersebut hingga Medan, akibat dari pembakaran hutan.
Selain itu, National Transportation Safety Board (NTSB) atau Dewan Keselamatan Transportasi Nasional di Amerika Serikat juga merilis laporan resmi terkait penyebab kecelakaan tersebut. Penyebab yang mereka ungkap adalah:
1. Pesawat GA 152 berbelok ke kanan bukan ke kiri seperti yang diperintahkan oleh ATC di 6:30:04.
2. Pesawat GA 152 turun di bawah ketinggian ditetapkan dari 2.000 kaki (610 m) dan kemudian mengenai puncak pohon di 1.550 kaki (472 m) di atas permukaan laut.
Redaktur : Ryan Virgiawan
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.