Peneliti Amerika Ungkap Asal Usul Tuyul Secara Ilmiah: Ada Pengaruh Korea hingga Alasan Tak Bisa Mencuri di ATM
JAKARTA, REQnews - Mendengar kata tuyul, tentu yang terbersit di pikiran adalah rasa ngeri atau seram. Pasalnya, selama ini di tengah masyarakat Indonesia, tuyul dikenal sebagai sosok hantu legendaris berwujud anak-anak yang hobi mencuri uang.
Entah sejak kapan kepercayaan soal hantu jenis tuyul ini muncul hingga turun temurun berkembang dalam masyarakat Indonesia. Namun konsep tuyul ini ternyata pernah diteliti lho oleh sejumlah ahli sejarawan dan antropologi terkenal.
Melansir dari Youtube Guru Gembul, konsep tuyul sebagai sosok hantu penghasil atau pencuri uang ternyata sudah pernah diceritakan sekilas oleh G.W.J. Drewes dalam Verboden rijkdom: Een bijdrage tot de kennis van het voolksgeloof op Java en Madoera yang dimuat dalam Djawa 9 tahun 1929.
Hantu penghasil uang itu disebut dengan nama setan gundul. Mitos keberadaan setan gundul ini menjadi populer sebagai makhluk penghasil uang dengan sekejap.
Disebutkan bahwa pada tahun 1928 tentara Jepang datang ke Indonesia. Kala itu, Jepang mengirimkan mata-mata ke Indonesia, yang sebelumnya orang-orang tersebut telah lebih dulu kontak atau berinteraksi dengan orang-orang Korea.
"Jadi sejak tahun 1927 itu, mereka mengirimkan mata-mata ke Indonesia padahal mereka sebelumnya telah kontak dengan orang-orang Korea," kata Guru Gembul, seperti dikutip dari podcast Deddy Corbuzier, Kamis, 9 Maret 2023.
"Dan di Korea itu ada hantu pencuri uang namanya Doyeol, yang Doyeol itu dalam terjemahan, dalam berbagai translasi dari Korea ke Jepang, dari Jepang ke Indonesia kemudian berubah menjadi Tuyul," katanya.
Sementara itu, seorang ahli antropolog asal Amerika Serikat, Clifford Geertz pernah secara khusus meneliti tentang tuyul.
Geertz meneliti sebuah kota kecil di Mojokuto, Kota Pare, Kediri, Jawa Timur pada era 1950-an. Ia menemui seorang tukang kayu yang menceritakan tentang makhluk halus dan klasifikasinya, yaitu memedi, lelembut, dan tuyul.
"Tuyul menyerupai anak-anak ini, hanya mereka bukan manusia tetapi anak-anak makhluk halus. Mereka tidak mengganggu, menakut-nakuti atau membuat orang sakit; sebaliknya mereka sangat disenangi oleh manusia karena membuatnya jadi kaya," ungkap penelitian tersebut.
Sejarawan berpendapat bahwa awalnya tuyul muncul akibat kesenjangan sosial antara kalangan masyarakat agraris dengan tuan tanah dan pedagang. Bantuan makhlus halus dianggap sebagai cara paling mudah untuk melancarkan segala urusan perniagaan yang kian rumit bagi masyarakat desa kala itu.
Hingga akhirnya, banyak orang yang ingin cepat kaya mulai memelihara tuyul, walaupun hal tersebut menjadi perdebatan.
Di sisi lain, kanal Youtube praktisi kejawen Mbak Widri sempat membahas soal alasan atau penyebab tuyul tak bisa mencuri uang di ATM.
Salah satu alasannya adalah Tuyul tidak dapat mencuri uang yang tidak jelas asal usul dan pemiliknya. Nah, ATM dan Bank merupakan tempat menyimpan uang dari masyarakat banyak.
Sehingga tuyul tidak bisa mencuri uang yang ada di ATM maupun Bank, lantaran ia hanya mengincar uang milik perorangan saja.
Menurut Mbak Widri, biasanya sebelum beraksi pada malam hari, tuyul di siang harinya sudah berkeliling mencari calon targetnya. Selain itu pemilik tuyul akan menunjukkan rumah dan siapa calon korbannya.
Di samping itu, tuyul tidak bisa mencuri di ATM karena tidak menyukai besi atau logam. Mereka juga disebutkan tidak bisa mencuri uang yang terikat, seperti karet ataupun ditutup dalam mesin besi.
Tuyul yang sifatnya mirip anak-anak pada intinya tidak suka mengambil uang di tempat yang rumit.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.