REQNews.com

10 Maret Lakukan Pengeboman, Pahlawan RI Harun Thohir Prajurit Pemberani Digantung di Singapura

Memoar

Friday, 10 March 2023 - 12:00

Harun Thohir (Foto: Wikipedia)Harun Thohir (Foto: Wikipedia)

JAKARTA, REQNews - Harun bin Said atau Harun Tohir bin Mandar terlahir dengan nama Tohir, namun dia lebih dikenal dengan Harun Thohir.

Harun Thohir lahir di Gresik pada 4 April 1943, tepatnya di desa Ponggo, Kecamatan Tambak, Pulau Bawean.

Ia merupakan anak dari pasangan Mandar dan Aswiyani dan memiliki dua saudara. Ia berasal dari keluarga yang sederhana, semejak duduk di bangku sekolah pertama, ia sudah menjadi anak buah kapal dagang Singapura.

Kesehariannya berada di Pelabuhan membuatnya sangat hafal daratan dan jalur pelayaran Singapura.

Berbekal pengalaman ini, menginjak dewasa ia masuk Angkatan Laut Indonesia. Di Angkatan Laut Indonesia beliau tumbuh menjadi prajurit pemberani dan sigap membela di medan pertempuran.

Karena itu, Harun diberi kepercayaan untuk menjalankan sebuah misi penting ke Singapura.

Pada 1963-1965, hubungan diplomatik Indonesia dan Malaysia memang sempat terputus. Dalam masa ini, beberapa tentara kemudian dikirim ke negara bagian musuh untuk melakukan penyusupan, penyamaran, hingga aksi sabotase. Di antaranya adalah Harun Thohir, Usman, dan Gani.

Berkat latihan-latihan para pejuang itu akhirnya dapat melakukan tugasnya dengan baik. Pada 8 Maret 1965, saat waktu tengah malam buta dan air laut tenang, ketiga sukarelawan ini mendayung perahu dan berhasil memasuki wilayah Singapura.

Saat itu, Singapura bergabung dengan Malaysia dengan membentuk persekutuan Malaysia. Harun Thohir kemudian berhasil meledakkan Mac Donald House di Orchid Road yang berada di pusat Kota Singapura pada 10 Maret 1965.

Setelah membuat kekacauan, ketiga sukarelawan ini melarikan diri dengan jalan masing-masing. Tapi, Usman yang bertindak sebagai pimpinan meminta kepada Harun supaya mereka bersama-sama mencari jalan keluar ke pangkalan. Sayang, keduanya gagal sampai ke pangkalan dan tertangkap. Sementara, Gani berhasil meloloskan diri.

Pada 4 Oktober 1965, Usman dan Harun kemudian di hadapkan ke depan sidang Pengadilan Mahkamah Tinggi (High Court) Singapura dengan J. Chua sebagai Hakim. 
Mereka berdua selanjutnya ditahan di penjara Changi selama kurang lebih tiga tahun, sebelum kemudian dijatuhi hukuman mati dengan cara digantung.

Setelah mendapatkan penghormatan terakhir dari masyrakat Indonesia di KBRI Singapura, jenazah Harun Thohir dan Usman kemudian diberangkatkan ke lapangan terbang, di mana telah menunggu pesawat TNI-AU yang akan membawa mereka berdua ke Tanah Air. Kedua pahlawan itu dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Jakarta Selatan.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.