Dilarang Mencalonkan Kembali, Presiden Fulgencio Batista Lakukan Kudeta Rebut Kekuasan
CUBA, REQNews - Fulgencio Batista Zaldívar dilahirkan di Banes, Cuba, pada 1901, Ayahnya bernama Belisario Batista Palermo dan ibunya Carmela Zaldívar González, Mereka adalah pejuang disaat Perang Kemerdekaan Kuba.
Dia merupakan perpaduan antara Spanyol, Afrika, dan Indian dia juga memiliki darah Cina dari Ayahnya.
Ibunya menamainya dengan Rubén dan memberikan nama belakang, Zaldívar. Ayahnya tidak ingin memberikan nama Batista. Di dalam akta kelahirannya di Pengadilan Banes namanya tertera Rubén Zaldívar sampai 1939.
Ketika dia mencalonkan diri sebagai Presiden Kuba, dia mendaftarkan diri dengan nama Fulgencio Batista dan tentunya nama ini tidak terdaftar.
Beberapa orang menuduh bahwa hakim telah di suap sebesar 15.00 peso (sekitar jumlah yang sama dalam dollar Amerika waktu itu) untuk menyelesaikan perbedaan administrasi ini.
Batista adalah pemimpin Kuba secara de facto periode 1933–1940, presiden secara de jure periode 1940–1944, dan diktator bergelar presiden periode 1952–1959.
Kepemimpinannya berakhir pada 1 Januari 1959 setelah insiden Revolusi Kuba yang dilancarkan Fidel Castro.
Batista lalu kabur ke Republik Dominika, kemudian pindah ke Portugal dan Marbella, Spanyol. Ia meninggal pada 6 Agustus 1973 di Guadalamina, Spanyol.
Batista awalnya naik ke tampuk kekuasaan sebagai bagian dari kudeta yang dikenal dengan "Revolt of the Sergeants" 1933, yang menggulingkan pemerintahan otoriter Gerardo Machado.
Batista kemudian mengangkat dirinya sebagai kepala angkatan bersenjata yang mengendalikan 5 angkatan bersenjata dengan pangkat kolonel.
Dia menjabat posisi ini dengan mengatur beberapa presiden boneka hingga pada 1940 dia terpilih sebagai Presiden Kuba.
Dia mengesahkan konstitusi Kuba tahun 1940 karena dianggap paling progresif saat itu dan menjabat sampai 1944.
Setelah dia selesai menjabat Presiden dia tinggal di Amerika Serikat, dan kembali lagi ke Kuba tahun 1952 untuk mengikuti pencalonan Presiden. Karena dapat dipastikan kalah dalam pemilihan ini dia melakukan kudeta.
Kembali berkuasa, Batista menangguhkan Konstitusi 1940 termasuk melakukan pelarangan hak untuk mogok. Dia kemudian bekerja sama dengan pemilik tanah terkaya yang memiliki perkebunan gula terbesar di Cuba yang menyebabkan kesenjangan antara orang kaya dan orang miskin semakin lebar.
Pemerintahan Batista semakin korup dan represif terhadap rakyat kemudian mulai secara sistematis memonopoli bisnis komersial di Kuba dengan menguasai bisnis narkoba, perjudian, dan prostitusi dengan bantuan mafia Amerika.
Dia juga mengundang perusahaan multinasional di Amerika untuk berinvestasi di Kuba. Hal ini menyebabkan banyaknya demonstrasi dan kerusuhan yang di pelopori mahasiswa dan kaum komunis.
Batista pada akhirnya melakukan sensor yang ketat terhadap media dengan memanfaatkan polisi anti komunis dengan skala luas untuk melakukan penangkapan, penyiksaan dan pengeksekusian didepan umum.
Jumlah yang dibunuh oleh pemerintahan Batista sekitar 1000 - 20.000 orang.
Pemerintahan Batista juga mendapatkan suntikan dana segar berupa batuan finansial, militer dan logistik dari Amerika Serikat hingga tahun 1959 atau saat pemerintahan ini jatuh.
Gerakan Fidel Catro yang dikenal dengan Gerakan 26 Juli dan elemen perlawanan lainnya melakukan perlawanan secara militer ke pedesaan dan kota-kota secara gerilya. Yang pada puncaknya pasukan Che Guevara memenangkan pertempuran di Santa Clara pada akhir desember 1958.
Batista pun mengundurkan diri dari jabatan Presiden dan melarikan diri ke sebuah pulau di Republik Dominika dengan membawa hartanya. Yang kemudian dialihkan kekuasaannya ke Rafael Trujillo orang kuat dan sekutu militernya.
Batista akhirnya mendapatkan suaka politik di Oliver Salazar Portugal, dan dia meninggal karena serangan jantung pada 6 Agustus 1973, dekat Marbela, Spanyol.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.