REQNews.com

Ternyata Rasulullah Pernah Akan Membocorkan Waktu Pasti Malam Lailatul Qadar, Tapi Batal karena Peristiwa Ini

Memoar

Tuesday, 28 March 2023 - 07:30

Ilustrasi Lailatul QadarIlustrasi Lailatul Qadar

JAKARTA, REQnews - Malam Lailatul Qadar menjadi waktu paling dinantikan oleh jutaan umat muslim di dunia saat bulan Ramadan.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam penuh kemuliaan yang lebih baik dari 1000 bulan dan diturunkan pada orang-orang beriman.

Sayangnya, tidak ada yang tahu pasti kapan waktu datangnya malam Lailatul Qadar, selain Allah SWT. Yang bisa diketahui hanyalah bahwa Lailatul Qadar diyakini terjadi pada 10 malam terakhir di bulan Ramadan.

Persisnya pada malam-malam ganjil sesuai dengan perintah Rasulullah SAW pada umatnya yang tertuang dalam hadits.

"Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan." (HR Bukhari)

Ketidakpastian soal waktu kedatangan Lailatul Qadar pun melahirkan sejumlah prediksi dari para ulama besar, seperti Imam Al Ghazali dalam Ihya Ulumuddin maupun ulama mazhab Syafi'i.

Menurut Imam Al Ghazali, waktu jatuhnya malam Lailatul Qadar ada kesesuaian dengan hari pertama dimulainya Ramadan. Sementara para ulama mazhab Syafi'i berpendapat, Lailatul Qadar disebut jatuh pada 21 dan 23 Ramadan.

Namun dikisahkan, suatu ketika Rasulullah SAW pun dulunya pernah hampir membocorkan waktu datangnya malam Lailatul Qadar pada umatnya. Namun, hal tersebut akhirnya dibatalkan oleh Rasul karena terjadi peristiwa tertentu.

Diceritakan dalam buku Ringkasan Shahih Bukhari oleh Muhammad Nasir al-Din Albani, pada mulanya, Rasulullah SAW hendak memberitahukan umatnya tentang waktu pasti malam terjadinya Lailatul Qadar. Tapi, hal tersebut akhirnya batal setelah Rasulullah melihat dua umatnya tengah berselisih.

Atas izin Allah SWT, peristiwa perselisihan itu menyebabkan hilangnya pengetahuan tentang tanggal Lailatul Qadar dari kaum muslim.

Dikisahkah Ubadah ibnu Ash-Shamit bahwa ia berkata: "Nabi keluar untuk memberitahukan kepada kami mengenai waktu tibanya Lailatul Qadar. Kemudian ada dua orang lelaki dari kaum muslimin yang berdebat. Lalu ia bersabda: "(Sesungguhnya aku) keluar untuk memberitahu kan kepadamu tentang waktu datangnya Lailatul Qadar, tiba-tiba si Fulan dan si Fulan berbantah-bantahan. Lalu, diangkatlah pengetahuan tentang waktu Lailatul Qadar itu, namun hal itu lebih baik untukmu. Maka dari itu, carilah dia (Lailatul Qadar) pada malam kesembilan, ketujuh, dan kelima (pada sepuluh malam terakhir dari bulan Ramadan)." (HR Bukhari)

Dalam riwayat hadits Muslim juga diceritakan kisah yang sama, mulanya saat itu Rasulullah SAW sedang beri'tikaf di sebuah tenda pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Tujuannya untuk mencari Lailatul Qadar.

Ketika itu Allah SWT memperlihatkan pada Rasulullah SAW bahwa Lailatul Qadar akan turun pada malam itu. Rasulullah pun bergegas untuk mengabarkan pada umatnya terkait hal tersebut.

Namun tiba-tiba Beliau melihat kedua sahabatnya berselisih. Hingga akhirnya Rasulullah SAW dibuat lupa oleh Allah SWT untuk menyampaikan malam Lailatul Qadar.

Kini, para ulama pun banyak yang membahas hikmah di balik peristiwa itu. Salah satunya, Dr Thariq Muhammad mengatakan dalam "Rahasia Puasa, Menurut 4 Mazhab", bila satu orang saja mengetahui waktu Lailatul Qadar secara pasti, ada kekhawatiran yakni mereka hanya akan giat pada satu malam itu saja dan bermalas-malasan pada malam-malam lainnya.

Di samping itu, ulama lain juga berpendapat, kerahasiaan Lailatul Qadar ini pada dasarnya untuk menjaga umat Islam dari perselisihan, perpecahan, dan permusuhan.

Ada pula yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar menjadi misteri semata-mata agar umat muslim selalu giat berlomba-lomba melakukan amal saleh. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.