REQNews.com

Tragis! Dihukum Adu Jotos oleh Senior, Briptu Derustianto Tewas

News

Saturday, 28 December 2019 - 08:30

Ilustrasi perkelahianIlustrasi

JAKARTA, REQnews - Briptu Derustianto berpulang ke pangkuan illahi setelah ia mendapat hukuman dari seniornya, yang menyuruhnya beradu pukulan dengan polisi lainnya di Gorontalo.

Peristiwa ini terjadi pada 5 Desember 2019 lalu, saat seorang polisi berinisial Briptu RT yang sedikit lebih senior dari korban menghukum Derustianto dan AM untuk saling memukul, karena sebelumnya dianggap bercanda di barak.

"Mereka bergantian, diawali dari korban memukul AM, lalu dibalas lagi," kata Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, Jumat 27 Desember 2019.

Baru sekali dipukul, Derustianto sempat mengeluh kesakitan. Namun, Briptu RT memaksab keduanya untuk melanjutkan adegan adu jotos tersebut. Korban lalu meninggalkan RT, dan tiba-tiba jatuh tersungkur.

Setelah itu, didapati hidung korban mengeluarkan darah. Kemudian Briptu Derustianto dibawa ke Dokkes dan dirujuk ke RS Islam untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sayangnya, dalam perawatan di RS, Derustianto menghembuskan napas terakhirnya. Ia lalu dibawa pulang pihak keluarga yang menolak autopsi, lalu dikuburkan secara normal.

Tapi, orang tua korban tiba-tiba berubah pikiran dan membuat laporan dugaan penganiayaan. Setelah itu, Direskrimum Polda Gorontalo langsung melakukan penyelidikan dan melakukan autopsi bekerja sama dengan RS Islam. Hasilnya, ada dugaan keras tindak pidana penganiayaan terhadap korban yang dilakukan oleh RT dan AM.

"Sehingga pada tanggal 23 Desember keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada tanggal 24 Desember," ujar Wahyu.

Ia menegaskan Polda Gorontalo bekerja profesional dan transparan dalam penyidikan kasus penganiayaan ini. Setiap Setiap perkembangan penyidikan (SP2HP) selalu disampaikan ke pihak keluarga korban. (ryv)

 

Redaktur : Safwan Hadi Rachman

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.