REQNews.com

Empat Negara Islam Ini Larang Perayaan Tahun Baru

News

Monday, 30 December 2019 - 23:00

ilustrasi perayaan tahun baru (Foto:istimewa)ilustrasi perayaan tahun baru (Foto:istimewa)

JAKARTA, REQNews - Empat negara dengan mayoritas berpenduduk muslim ini melarang warganya untuk merayakan pergantian tahun baru karena dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.

Perayaan tahun baru dianggap bisa memicu perbuatan maksiat seperti pesta narkoba, seks, menghamburkan makanan dan masih banyak lagi yang dilakukan tidak ada manfaatnya.

Dikutip dari wowmenariknya, beberapa negara Islam berikut ini yang dengan tegas melarang segala macam bentuk perayaan tahun baru dan Natal bagi warga Muslim.

1. Arab Saudi
Negara pertama yang melarang perayaan tahun baru Masehi adalah Arab Saudi. Larangan tersebut diresmikan oleh Mutawa – Komisi Kebijakan dan Pencegahan Kejahatan.

Larangan tersebut juga melarang toko-toko menjual aksesoris seperti bunga, boneka dan aksesoris perayaan tahun baru lainnya. Polisi Arab pun akan melakukan razia kepada warga yang kedapatan merayakan tahun baru.

2. Brunei Darussalam
Negara Islam selanjutnya yang melarang perayaan tahun baru adalah Brunei Darussalam. Dalam wujud menegakkan syariat Islam, Sultan Hassanal Bolkiah menerapkan larangan perayaan Natal dan tahun baru yang telah menjadi hukum resmi di negara tersebut.

Namun warga non muslim di Brunei tetap diperbolehkan merayakan Natal dan tahun baru, tapi secara terbatas di dalam komunitas mereka sendiri. Bagi warga muslim yang kedapatan merayakan tahun baru, maka hukumannya adalah dipenjara.

3. Tajikistan
Tajikistan merupakan negara Islam pecahan Uni Soviet. Pemerintah mereka juga melarang perayaan tahun baru dan Natal bagi seluruh warga muslim.

Perayaan tahun baru dengan kembang api, petasan dan hadiah dilarang total di Tajikistan. Warga juga dilarang menggunakan sosok Bapa Frost, sinterklas versi Rusia dalam semua acara televisi.

4. Somalia
Negara terakhir dalam daftar ini yang melarang perayaan tahun baru adalah Somalia. Negara di Afrika dengan penduduk nyaris 100 persen muslim ini dengan tegas melarang perayaan tahun baru dan Natal karena dianggap bertentangan dengan kebudayaan Islam.

Pihak kepolisian dan aparat keamanan lain akan menindak tegas warga yang kedapatan merayakan tahun baru dalam bentuk apapun.

 

 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.