Pembunuh Jenderal Soleiman Ternyata Diperintah Trump
WASHINGTON, REQNews - Pembunuhan terhadap komandan Pasukan Quds Iran, Qasem Soleiman diperintahkan oleh Presiden AS. Hal itu dikonfirmasi oleh Pentagon dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis waktu setempat, 2 Januari 2019.
"Atas arahan Presiden, militer AS telah mengambil tindakan defensif untuk melindungi personil AS di luar negeri dengan membunuh Qasem Soleimani," kata Pentagon, dikutip dari theguardian, Jumat, 3 Janurai 2020.
“Serangan ini bertujuan untuk menghalangi rencana serangan Iran di masa depan," tambahnya.
"Amerika Serikat akan terus mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk melindungi rakyat dan kepentingan kami di mana pun mereka berada di seluruh dunia. "
Namun, anggota parlemen AS kabarnya tidak diberitahu sebelum serangan tersebut.
"Serangan yang dilakukan di Baghdad terhadap Qasem Soleimani Iran dilaksanakan tanpa pemberitahuan atau konsultasi dengan Kongres," kata ketua Komite Luar Negeri DPR, Eliot Engel.
Anggota parlemen Demokrat itu menambahkan, "Soleimani adalah dalang kekerasan luar biasa yang merenggut banyak darah orang Amerika di tangannya."
"Tetapi untuk melanjutkan aksi ini tanpa melibatkan Kongres, akan menimbulkan masalah hukum yang serius dan merupakan penghinaan terhadap kekuatan Kongres sebagai cabang pemerintahan yang setara," kata Engel.
Jenderal Iran Qassem Suleimani tewas dalam serangan pesawat tak berawak Baghdad yang diperintahkan oleh Trump
Pemimpin tertinggi bersumpah 'balas dendam berat' setelah presiden AS memerintahkan pemogokan bandara Baghdad sebagai bagian dari 'tindakan defensif yang menentukan'
Gambar yang dirilis oleh kantor perdana menteri Irak menunjukkan puing-puing di bandara Baghdad setelah serangan pesawat tak berawak terhadap jenderal Iran Qassem Suleiman yang diperintahkan oleh Donald Trump.
Gedung Putih mengatakan, Donald Trump memerintahkan serangan udara yang menewaskan jenderal kuat Iran Qassem Suleimani.
Suleimani, yang menjalankan operasi militer Iran di Irak dan Suriah, menjadi sasaran ketika diusir dari bandara Baghdad oleh sekutu lokal dari PMU. Wakil kepala PMU, Abu Mahdi al-Muhandes, seorang rekan dekat Suleimani, juga tewas dalam serangan itu.
"Jenderal Suleimani secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang para diplomat Amerika dan anggota layanan di Irak dan di seluruh wilayah itu," kata pernyataan Pentagon.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.