REQNews.com

Viral! Kerajaan Agung Sejagat Muncul di Purworejo, Begini Kata Ganjar Pranowo

News

Senin, 13 Januari 2020 - 22:00

Pimpinan Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Jawa Tengah. (Foto: Twitter)Pimpinan Kerjaan Agung Sejagat (KAS) di Purworejo. (Foto: Twitter)

SEMARANG, REQnews - Baru-baru ini netizen dihebohkan oleh kemunculan kerajan baru di Purworejo, Jawa Tengah, yang bernama Kerajaan tersebut menamakan diri Keraton Agung Sejagat (KAS). Kerajaan dipimpin oleh pasangan suami istri yakni Totok Santosa Hadiningrat dan Dyah Gitarja.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, angkat bicara soal kerajaan yang lagi viral itu. Ganjar mengatakan sebaiknya pihak dari Kerajaan Agung Sejagat berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Hal ini untuk membuktikan apakah betul kerajaan itu tercatat dalam sejarah. Bahkan jika perlu, berkomunikasi dengan ahli di perguruan tinggi.

"Sebaiknya kalau ada, bicara dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan agar bisa diketahui. Syukur-syukur ada perguruan tinggi bisa mendampingi, sehingga seluruh dokumen, kalau ada, bisa didiskusikan. Jadi bisa diuji secara ilmu pengetahuan," kata Ganjar di kantornya, Jalan Pahlawan, Semarang, Senin 13 Januari 2020.

Selain itu Ganjar berpendapat Pemerintah Kabupaten Purworejo bisa turun untuk mengajak komunikasi dan tahu sebenarnya apa yang terjadi dan apa tujuannya.

"Mungkin dari Pemkab Purworejo baik juga ajak komunikasi ke mereka agar mengerti ini apa, mau ke mana dan sebagainya. Jangan sampai orang berpikir ini apa dan jadi pertanyaan di publik," kata Ganjar.

Diketahui, kabar munculnya kerajaan baru ini heboh setelah salah satu akun Twitter yang mengunggah informasi tersebut adalah @aritsantoso pada Senin 13 Januari 2020. Akun tersebut bahkan mempertanyakan kerajaan yang tiba-tiba muncul itu.

"Yang lagi heboh di Purworejo. Ada orang mengaku dari Kerajaan Agung Sejagat yang menguasai seluruh dunia. Mereka buat keraton-keratonan yang lokasinya di Desa Pogung, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo," tulis akun @aritsantoso.

"Stres / halu / mau bikin aliran sesat?
Ada-ada saja kelakuan warga 0275," lanjutnya.

Menurut akun @aritsantoso, sempat ada kirab yang dilakukan oleh kerajaan tersebut. Namun, pasukannya bukan berasal dari warga setempat. Bahkan, warga setempat yang bergabung hanya dua orang sementara warga lainnya merasa terganggu.

"Lalu bagaimana reaksi warga dan pemerintah desa setempat? Ini.
Warga sekitar terganggu, sementara pemdes sudah melayangkan surat ke pemkab yg intinya menolak kegiatan KAS ini.
Ditunggu saja nanti akhirnya gimana. Ini hanya modus atau memang halu, tapi kok niat bener. ????," jelasnya.

Redaktur : Hans Gilbert Ericsson

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.